BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Selama lebih dari tiga dekade, Satiman (54) mengabdikan hidupnya menjaga kebersihan Kota Pontianak. Sejak fajar hingga matahari mulai terik, ia setia menyapu jalanan kota, menjalani pekerjaan yang kerap luput dari sorotan, namun hasilnya dirasakan ribuan warga setiap hari.
Satiman mulai bertugas sebagai petugas penyapuan sejak era Wali Kota Majid Hasan. Panas, hujan, dan debu telah menjadi bagian dari kesehariannya. Kini, setelah 33 tahun mengabdi, ia dipercaya menjadi mandor penyapuan di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak.
“Bekerja itu amanah. Selama masih diberi kesehatan, tugas harus dijalankan sebaik mungkin,” ujar Satiman, Selasa (3/2/2026).
Dedikasi panjang tersebut membuahkan apresiasi. Pada 2021, Satiman menerima penghargaan sebagai Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) terbaik. Lebih dari itu, penghasilan yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit dari menyapu jalan mengantarkannya menunaikan ibadah haji.
“Alhamdulillah, dari pekerjaan ini saya bisa menabung sampai akhirnya berangkat haji. Semua karena izin Allah,” tuturnya lirih.
Di balik sapu yang diayunkannya setiap pagi, Satiman juga seorang ayah dari dua anak yang tengah menempuh pendidikan tinggi. Baginya, kota yang bersih adalah kebanggaan sekaligus warisan bagi generasi berikutnya.
Kisah pengabdian serupa juga datang dari Wahideh (58), petugas penyapuan yang telah bekerja selama 22 tahun sambil membesarkan anak-anaknya seorang diri. Ketekunan dan kedisiplinannya mengantarkan Wahideh meraih penghargaan PPSU Terbaik pada 2019.
“Yang penting kerja rapi, datang tepat waktu, pulang tanpa beban,” ujarnya singkat.

Hal senada disampaikan Parni (46), warga asli Pontianak yang telah 22 tahun menjaga kebersihan jalan kota. Ia percaya hasil kerja paling nyata adalah saat jalanan bersih dan nyaman dilalui.
Baca Juga : Edi-Bahasan Ikuti Rakornas, Tegaskan Komitmen Jalankan Arahan Presiden
Kepala DLH Kota Pontianak, Syarif Usmulyono, menyampaikan bahwa penghargaan PPSU diberikan rutin setiap tahun sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitas petugas kebersihan.
“Penilaian dilakukan berdasarkan disiplin, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap perjanjian kerja. Penghargaan berupa piagam dan insentif tunai,” jelasnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa kebersihan kota tidak lepas dari peran ratusan petugas PPSU yang bekerja sejak pagi hingga malam.
“Banyak yang memuji kebersihan Pontianak. Itu buah dari kerja para petugas yang sering tidak terlihat, tetapi dampaknya nyata,” ujarnya.
Menurut Edi, seiring pertumbuhan kota dan penduduk, pengelolaan kebersihan harus terus diperkuat, baik di darat maupun di parit dan sungai.
“Hasil kerja mereka terlihat setiap hari. Itulah yang membuat Pontianak layak dibanggakan,” pungkasnya. (ndo)
