60 Tahun Perjanjian Damai, Sarawak Kenang Pengorbanan Veteran Konfrontasi

Veteran Konfrontasi menghadiri peringatan 60 tahun Perjanjian Damai Malaysia-Indonesia di Kuching, Sarawak. (Foto: facebook.com/YBKarimHamzah)

BERIKABARNEWS l KUCHING – Sarawak mengenang jasa personel militer dan veteran yang bertugas selama Konfrontasi Malaysia-Indonesia dalam peringatan 60 tahun Perjanjian Damai Malaysia-Indonesia 1966.

Menteri Pariwisata, Industri Kreatif, dan Seni Pertunjukan Sarawak, Datuk Seri Abdul Karim Rahman Hamzah, menyampaikan penghormatan tersebut dalam acara yang digelar di Brooke Hall & Memorial Square, Kampus IPG Batu Lintang, Kuching.

Sejumlah veteran dari Australia, Selandia Baru, Inggris hingga pasukan Gurkha turut hadir bersama keluarga dalam peringatan tersebut.

Baca Juga : Diguyur Hujan Dua Hari, Udara Kuching Berangsur Baik

Abdul Karim mengatakan, kehadiran para veteran mengingatkan masyarakat bahwa sejarah Konfrontasi di Borneo tidak hanya tentang konflik dan pertempuran. Di baliknya terdapat pengorbanan para personel militer yang berjuang demi terciptanya perdamaian bagi generasi berikutnya.

“Sebagian dari mereka gugur dalam pengorbanan untuk membebaskan atau menghadirkan kedamaian di wilayah ini. Kepada seluruh veteran yang hadir dari dekat maupun jauh, kami berterima kasih atas jasa Anda,” ujar Abdul Karim yang dikutip dari Suara Sarawak.

Ia juga memberikan penghormatan kepada para veteran, rekan-rekan mereka, serta keluarga yang turut menghadapi berbagai dampak selama masa Konfrontasi Malaysia-Indonesia.

Baca Juga : Akhirnya Hadir di Sarawak, IKEA Buka Toko Pertama di Kuching

Abdul Karim menuturkan, sejarah Borneo tidak terlepas dari dukungan Australia, Selandia Baru dan Inggris selama masa Konfrontasi. Pasukan Gurkha juga dikenang atas keberanian dan ketangguhan mereka selama bertugas di wilayah tersebut.

Kini, para veteran yang dahulu berada di tengah konflik dapat berkumpul dalam suasana damai. Menurut Abdul Karim, perubahan dari medan konflik menjadi hubungan persahabatan menjadi salah satu warisan penting dari perjalanan Malaysia dan Indonesia.

Momen tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa perdamaian mampu mengubah hubungan antarbangsa. Karena itu, sejarah Konfrontasi Malaysia-Indonesia perlu terus diwariskan kepada generasi muda.

Abdul Karim berharap nilai-nilai perdamaian yang lahir dari perjalanan sejarah tersebut tetap dijaga. Generasi mendatang diharapkan dapat memahami pengorbanan para veteran sekaligus mempertahankan hubungan baik yang telah terjalin antara Malaysia dan Indonesia.*

Pelajar 16 Tahun di Kuching Serang Guru Pakai Kapak

BERIKABARNEWS l KUCHING – Seorang pelajar laki-laki berusia...

ILustrasi - Polisi menyelidiki kasus pelajar 16 tahun yang diduga menyerang guru menggunakan kapak di sekolah swasta di Kuching, Sarawak.

63 WNI Ditangkap di Kuching, Imigresen Temukan Dugaan Online Scam

BERIKABARNEWS l KUCHING – Sebanyak 63 warga negara...

Operasi Imigresen Sarawak di Kuching menindak 63 WNI terkait pelanggaran izin tinggal dan dugaan penipuan online pada 15–16 Oktober 2026. (Foto: JIM Sarawak)

Lewat Tebedu–Entikong, 49 WNI Dideportasi dari Sarawak

BERIKABARNEWS l SERIAN – Sebanyak 49 warga negara...

Proses pemulangan 49 WNI yang dideportasi dari Sarawak melalui perbatasan Tebedu–Entikong, Kalimantan Barat. (Foto: JIM Sarawak)

Penyelundupan Rokok ke Indonesia Digagalkan di Serikin

BERIKABARNEWS l SERIKIN – Tentara Darat Malaysia (TDM)...

Tentara Darat Malaysia menyita ribuan slop rokok merek ERA dan mobil Isuzu D-Max dalam operasi pencegahan penyelundupan di Serikin. (Foto: Divisyen Pertama Infantri Malaysia)

Operasi Imigrasi di Sarawak, 29 WNI Ditangkap

BERIKABARNEWS l KUCHING – Sebanyak 29 warga negara...

Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) Sarawak mengamankan 29 WNI dan satu warga negara Thailand dalam operasi penertiban keimigrasian di Kuching dan Lundu pada 12–13 Oktober 2026. (Foto: JIM Sarawak)

JIM Sarawak Pindahkan 59 WNI dari Semuja ke Perbatasan Tebedu

BERIKABARNEWS l SERIAN – Jabatan Imigresen Malaysia (JIM)...

JIM Sarawak mengawal 59 WNI dari Depo Imigrasi Semuja menuju ICQS Tebedu untuk proses pemulangan ke Indonesia. (Foto: JIM Sarawak)

berita terkini