Menuju DOB Sambas Pesisir, Dokumen 33 Desa Diserahkan ke Bupati Sambas

Penyerahan dokumen pembentukan DOB Kabupaten Sambas Pesisir dari Panitia CDOB kepada Bupati Sambas di Pemangkat. (MC Sambas)

BERIKABARNEWS l PEMANGKAT – Upaya pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Sambas Pesisir di Kalimantan Barat kian menunjukkan kemajuan signifikan. Panitia Pembentukan CDOB Sambas Pesisir secara resmi menyerahkan dokumen pembaruan dan pemutakhiran data pendukung dari 33 desa kepada Bupati Sambas, H. Satono, di Pemangkat, Selasa (30/12/2025).

Penyerahan dokumen tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Sambas H. Heroaldi Djuhardi Alwi, Ketua DPRD Kabupaten Sambas H. Abu Bakar, serta para kepala desa, unsur BPD, dan camat dari wilayah yang masuk rencana pemekaran.

Sekretaris Panitia CDOB Sambas Pesisir, Jalil Muhammad, SH, menjelaskan bahwa pembaruan data desa menjadi bagian penting dalam melengkapi persyaratan administrasi pembentukan daerah otonomi baru. Panitia menargetkan Kabupaten Sambas Pesisir dapat resmi terbentuk pada tahun 2027.

“Pembaruan data dari 33 desa ini merupakan bentuk keseriusan kami. Harapannya, Pemerintah Kabupaten Sambas dapat terus memberikan dukungan agar Sambas Pesisir segera terwujud,” ujar Jalil.

Aspirasi serupa juga disampaikan tokoh masyarakat Pemangkat, Uray Tajudin, yang berharap pemekaran wilayah pesisir ini dapat segera ditindaklanjuti demi percepatan dan pemerataan pembangunan.

Bupati Sambas H. Satono menyambut baik penyerahan dokumen tersebut dan memberikan apresiasi atas kerja keras panitia. Ia menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah bersama DPRD Kabupaten Sambas dalam mendukung pembentukan Kabupaten Sambas Pesisir.

“Kehadiran kami hari ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah daerah dan DPRD mendukung seribu persen percepatan terwujudnya Kabupaten Sambas Pesisir,” tegas Satono.

Baca Juga : Tanpa APBD, Bundaran Gaforaya Jadi Ikon Baru Kubu Raya

Menurutnya, proses pemekaran wilayah memang membutuhkan waktu, ketekunan, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Namun dengan sinergi yang kuat, target tersebut dinilai realistis untuk dicapai.

Sebagai tindak lanjut, Bupati Satono mengungkapkan bahwa aspirasi pemekaran Sambas Pesisir telah disampaikan langsung kepada Komisi II DPR RI dan mendapatkan respons positif. Ia pun menginstruksikan panitia agar seluruh kelengkapan administrasi dapat dirampungkan pada Januari 2026, termasuk penentuan lokasi ibu kota kabupaten.

“Saya minta Januari ini seluruh berkas selesai, termasuk penetapan lokasi ibu kota Kabupaten Sambas Pesisir,” pungkasnya. (ing)

 

Sumber :

MC Sambas

Jelang Idulfitri, Pemkab Kubu Raya Pastikan Stok Sembako Aman

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu...

Wabup Kubu Raya Sukiryanto meninjau operasi pasar sembako di Masjid Nurul Iman Sungai Raya untuk memastikan stok kebutuhan pokok jelang Idulfitri.

Warga Temukan Jasad Kakek 79 Tahun di Sungai Ensilat Kapuas Hulu

BERIKABARNEWS l KAPUAS HULU – Warga menemukan jasad...

Warga bersama tim gabungan mengevakuasi jasad kakek 79 tahun yang ditemukan di Sungai Ensilat, Kapuas Hulu setelah dilaporkan tenggelam sehari sebelumnya.

Pemkab Bengkayang Kukuhkan Pengurus DPPI 2026–2030

BERIKABARNEWS l BENGKAYANG – Pemerintah Kabupaten Bengkayang resmi...

Pengukuhan pengurus DPPI Kabupaten Bengkayang masa bakti 2026–2030 dipimpin Wakil Bupati Syamsul Rizal.

Bupati Sujiwo Sebut Relawan Damkar Patriot, Salurkan 1.000 Paket Sembako

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya...

Bupati Sujiwo menyerahkan paket sembako kepada relawan damkar usai Apel Siaga Karhutla di Kantor Bupati Kubu Raya.

Safari Ramadan di Masjid Darunnajah, Bupati Sujiwo Kenang Masa Jadi Takmir

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Kunjungan Safari Ramadan...

Bupati Sujiwo saat menghadiri Safari Ramadan di Masjid Darunnajah Desa Sungai Raya Dalam Kabupaten Kubu Raya

Karhutla di Anjongan Mempawah Meluas, 10 Hektare Lahan Terbakar

BERIKABARNEWS l MEMPAWAH – Kebakaran hutan dan lahan...

Kebakaran lahan gambut di Anjongan Mempawah mendekati ruko di pinggir jalan, Kamis (5/3/2026).

berita terkini