BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gedung Layanan Perpustakaan Kota Pontianak yang baru di Jalan Ampera mulai menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan minat baca masyarakat. Sejak diresmikan pada 19 Desember 2025, jumlah pengunjung perpustakaan mengalami lonjakan signifikan, bahkan hampir dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak, Rendrayani, mengungkapkan bahwa pada hari pertama operasional pascaperesmian tercatat 218 pengunjung. Selama masa libur sekolah, angka kunjungan berada di kisaran 230 orang per hari.
Menariknya, setelah aktivitas belajar mengajar kembali normal, jumlah pengunjung justru meningkat tajam. Saat ini, kunjungan harian ke Gedung Layanan Perpustakaan Kota Pontianak mencapai sekitar 470 hingga 490 orang per hari.
“Awalnya 218 pengunjung di hari pertama, lalu rata-rata 230 orang saat libur sekolah. Sekarang, setelah sekolah masuk, kunjungan justru melonjak menjadi hampir 500 orang per hari,” ujar Rendrayani, Rabu (14/1/2026).
Peningkatan tersebut, menurutnya, tidak lepas dari kehadiran gedung perpustakaan baru yang lebih modern dan representatif. Berlokasi di samping SMAN 8 Pontianak, gedung ini dirancang sebagai ruang literasi yang inklusif, nyaman, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Saat ini, layanan perpustakaan dibuka setiap hari kerja pukul 07.30–17.00 WIB dan akhir pekan pukul 08.00–17.00 WIB, kecuali hari libur nasional. Jam operasional tersebut masih bersifat sementara dan akan diperpanjang seiring terpenuhinya sarana pendukung, terutama penerangan jalan di sekitar area perpustakaan.
“Jika fasilitas pendukung sudah memadai, kami menargetkan layanan bisa dibuka hingga malam hari, sekitar pukul 20.00 WIB,” jelasnya.
Baca Juga : Dishub Pontianak Siapkan Angkutan Massal BTS Berbasis Teknologi Canggih
Gedung Layanan Perpustakaan Kota Pontianak tidak hanya menyediakan koleksi buku dan ruang baca, tetapi juga dilengkapi ruang rapat, ruang serbaguna, serta studio yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan komunitas untuk kegiatan edukatif maupun sosial.
Seluruh fasilitas tersebut dapat digunakan secara gratis dan tidak bersifat komersial.
Pengunjung yang membaca di tempat tidak diwajibkan menjadi anggota perpustakaan. Keanggotaan hanya diperlukan bagi pemustaka yang ingin meminjam buku untuk dibawa pulang.
Selain itu, perpustakaan juga menyediakan layanan digital melalui aplikasi perpustakaan elektronik dengan sekitar 4.000 judul buku digital, serta layanan baca daring melalui situs resmi.

“Perpustakaan ini hadir sebagai ruang publik nonkomersial. Semua fasilitas bisa digunakan untuk kegiatan sosial dan edukatif, namun tidak diperkenankan untuk kegiatan berbayar,” tegas Rendrayani.
Ia menambahkan, pembangunan gedung layanan perpustakaan ini merupakan hasil proses panjang sejak 2023. Kota Pontianak akhirnya terpilih sebagai salah satu dari 29 kabupaten/kota penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun 2025 dari Perpustakaan Nasional bekerja sama dengan Kementerian Keuangan RI.
Pembangunan gedung dimulai pada 28 Februari 2025 dan rampung tepat waktu pada 26 September 2025, sebelum akhirnya diresmikan pada 19 Desember 2025. Kini, gedung tersebut menjadi salah satu ruang publik literasi paling ramai dikunjungi di Kota Pontianak.
Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, Pemerintah Kota Pontianak berharap Gedung Layanan Perpustakaan ini mampu menjadi pusat literasi, ruang belajar bersama, serta wadah interaksi sosial yang mendorong tumbuhnya budaya baca dan kreativitas masyarakat di Kota Khatulistiwa. *
Kominfo
