BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, resmi memimpin Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Provinsi Kalimantan Barat periode 2025–2030. Pelantikan pengurus berlangsung khidmat di Pendopo Gubernur Kalbar, Kamis (15/1/2026), dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum DMI Pusat, Dr. (H.C.) Muhammad Jusuf Kalla.
Acara pelantikan turut dihadiri jajaran Forkopimda Kalbar, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengurus DMI dari berbagai kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat. Momentum ini menandai komitmen baru DMI Kalbar dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan dan pemberdayaan umat.
Dalam sambutannya, Ria Norsan menegaskan bahwa masjid memiliki fungsi strategis yang jauh melampaui kegiatan ibadah ritual. Menurutnya, masjid harus menjadi pusat peradaban umat, tempat pendidikan, pembinaan moral, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
“Masjid adalah rumah besar umat Islam. Di sanalah pembinaan akhlak, pendidikan keagamaan, dan penguatan sosial masyarakat harus terus hidup dan berkembang,” ujar Ria Norsan.
Ia menekankan bahwa DMI memiliki peran penting dalam memastikan pengelolaan masjid berjalan profesional, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Ria Norsan juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik masjid dan kemakmuran jemaahnya. Menurutnya, keberhasilan memimpin DMI tidak diukur dari kemegahan bangunan semata, melainkan dari ramainya aktivitas ibadah dan sosial di dalam masjid.
“Jangan sampai masjid dibangun megah, tetapi sepi dari jemaah dan kegiatan. Masjid harus hidup dan dimakmurkan oleh umat,” tegasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, DMI Kalbar akan memprioritaskan sejumlah program, antara lain peningkatan kualitas infrastruktur masjid, penguatan pembinaan jemaah lintas usia, serta pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid.
Baca Juga : Curah Hujan Turun, Polda Kalbar Siaga Cegah Karhutla
Arahan Jusuf Kalla: Masjid dan Kesejahteraan Umat
Ketua Umum DMI Pusat, Muhammad Jusuf Kalla, dalam arahannya menegaskan bahwa inti dari gerakan DMI adalah memakmurkan masjid dan dimakmurkan oleh masjid. Ia menilai masjid memiliki potensi besar dalam mendorong kesejahteraan masyarakat jika dikelola dengan manajemen yang baik.
“Masjid harus menjadi pusat ibadah sekaligus pusat solusi bagi umat. Dari masjid, kesejahteraan masyarakat bisa tumbuh,” kata Jusuf Kalla.
Ia berharap kepengurusan DMI Kalbar di bawah kepemimpinan Ria Norsan mampu menghadirkan masjid sebagai motor penggerak pembangunan umat di daerah.
Dengan kepemimpinan baru ini, DMI Kalimantan Barat diharapkan semakin solid dalam menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan keagamaan, kegiatan sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat. Sinergi antara pemerintah daerah, pengurus masjid, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan masjid yang makmur dan memakmurkan.
Pelantikan ini sekaligus menegaskan komitmen DMI Kalbar untuk terus berkontribusi aktif dalam pembangunan sumber daya manusia dan penguatan nilai-nilai keislaman di Bumi Khatulistiwa. *
Sumber :
MC Kalbar/InfoPublik
