BERIKABARNEWS l MELBOURNE – Dunia tenis Indonesia kembali mencatat sejarah di panggung internasional. Petenis putri andalan Tanah Air, Janice Tjen, tampil gemilang di Australian Open 2026 dengan memastikan langkah ke babak kedua usai menaklukkan unggulan ke-22 asal Kanada, Leylah Fernandez, pada Selasa (20/1/2026).
Kemenangan ini terasa istimewa karena menjadikan Janice sebagai petenis putri Indonesia pertama yang mampu memenangi pertandingan babak utama Australian Open sejak terakhir kali dicapai legenda tenis nasional, Yayuk Basuki, pada 1998. Torehan tersebut sekaligus menegaskan kebangkitan tenis putri Indonesia di level Grand Slam.
Bertanding tanpa beban sebagai nonunggulan, Janice langsung tampil agresif sejak awal laga. Ia mendominasi set pertama dan hanya membutuhkan 36 menit untuk mengamankan kemenangan 6-2 atas Fernandez, yang dikenal sebagai finalis US Open 2021. Permainan cepat dan konsisten membuat lawannya kesulitan mengembangkan ritme.
Memasuki set kedua, duel berlangsung lebih ketat. Janice sempat unggul 3-1 sebelum Fernandez bangkit dan memaksa laga berlanjut ke tiebreak.
Di momen krusial tersebut, mental kuat Janice berbicara. Ia menguasai jalannya tiebreak dan menutup pertandingan dengan kemenangan 7-6 (7/1), disambut teriakan emosional yang menggema di Melbourne Park.
Prestasi di Australian Open 2026 ini melengkapi periode emas Janice dalam setahun terakhir. Awal 2025, peringkatnya masih berada di posisi 413 dunia. Namun per 17 Januari 2026, ia melonjak tajam hingga menembus peringkat 59 dunia.
Tahun lalu, Janice juga mengukir sejarah dengan menjuarai Chennai Open 2025, menjadi gelar tunggal WTA pertama bagi Indonesia sejak 2002.
Di awal 2026, Janice kembali menunjukkan konsistensinya dengan meraih gelar ganda putri di Hobart International bersama petenis Polandia, Katarzyna Piter. Prestasi tersebut melengkapi raihan medali emas SEA Games 2025 di Thailand, yang semakin mengukuhkan statusnya sebagai tulang punggung tenis nasional.
Baca Juga : Comeback Dramatis Danilovic Singkirkan Venus di Australian Open
Tak hanya berprestasi di lapangan, Janice memiliki latar belakang akademik yang kuat. Ia merupakan alumnus kompetisi NCAA Amerika Serikat setelah menimba pengalaman bersama University of Oregon dan Pepperdine University.
Di bawah arahan pelatih Chris Bint, Janice dikenal dengan permainan agresif serta pukulan backhand dua tangan yang menjadi senjata utama.
Kesuksesan di Melbourne menjadi sinyal kuat bahwa Janice Tjen adalah wajah baru tenis Indonesia di level elite dunia. Publik Tanah Air kini menaruh harapan besar, sembari menanti kiprahnya di babak kedua Australian Open 2026 dan perjalanan selanjutnya di panggung tenis internasional. *
