BERIKABARNEWS l – Era baru Formula 1 resmi dimulai setelah Ferrari memperkenalkan jet darat terbarunya, SF-26, yang menjalani debut lintasan di Sirkuit Fiorano, Jumat (23/1/2026). Lewis Hamilton menyebut perubahan regulasi 2026 sebagai tantangan masif yang akan menguji kemampuan pembalap dan tim secara menyeluruh.
Musim 2025 menjadi periode yang berat bagi Hamilton. Untuk pertama kalinya sepanjang kariernya, juara dunia tujuh kali itu gagal naik podium dan tertinggal cukup jauh dari rekan setimnya, Charles Leclerc. Memasuki usia 41 tahun, Hamilton berharap regulasi baru dapat menjadi titik balik performanya bersama Ferrari.
Perubahan aturan 2026 mencakup penggunaan mesin generasi baru dan desain aerodinamika yang lebih ramping. Hamilton menilai situasi ini membuat semua tim berada pada level yang sama karena harus memulai pengembangan dari awal.
“Ini adalah pergeseran regulasi terbesar yang pernah saya lihat selama berkarier di Formula 1. Setiap perubahan besar selalu menghadirkan tantangan yang masif karena semua orang memulai dari nol,” ujar Hamilton usai menjajal SF-26 di lintasan Fiorano yang berkabut.
Menurut Hamilton, peran pembalap akan semakin krusial dalam memaksimalkan potensi mobil, terutama dalam mengelola unit daya yang kini menuntut efisiensi tinggi. Musim 2026 disebutnya bukan hanya soal kecepatan murni, tetapi juga kecerdasan dalam mengatur sumber daya mobil.
“Sebagai pembalap, kami harus beradaptasi. Kami dituntut menjadi lebih efisien dalam mengelola bahan bakar, energi listrik, dan penggunaan ban agar performa tetap optimal sepanjang balapan,” jelasnya.
Dari sisi tampilan, Ferrari SF-26 hadir dengan desain lebih kecil dan ringan. Ferrari juga meninggalkan cat matte yang digunakan selama tujuh musim terakhir dan kembali memakai warna merah glossy yang lebih cerah, dipadukan aksen putih yang lebih dominan di area kokpit dan penutup mesin.
Baca Juga : Debut Gemilang, Mabruk Arib Dzaky Sumbang Emas untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2026
Misi Akhiri Puasa Gelar Ferrari
Ferrari sendiri masih mengejar gelar juara dunia yang terakhir diraih pada 2007 untuk pembalap dan 2008 di kategori konstruktor. Di bawah kepemimpinan Fred Vasseur, tim asal Italia itu berharap regulasi baru dan pengalaman Hamilton dapat mengakhiri puasa gelar panjang tersebut.
Ferrari dijadwalkan melanjutkan rangkaian pengujian di Barcelona pekan depan untuk membandingkan data performa dengan para rival. Hamilton pun optimistis timnya berada di jalur yang tepat.
“Kami punya peluang besar untuk berkembang lebih cepat dan membawa ide-ide baru agar bisa kembali bersaing di barisan depan,” pungkasnya. *
Sumber :
Reuters
