BERIKABARNEWS l KAPUAS HULU – Warga Dusun Bangan Permai, Desa Tanjung Intan, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, digemparkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di sebuah parit dekat Jalan Lintas Selatan, Kamis (29/1/2026) malam. Korban diketahui berinisial R (35).
Penemuan jenazah bermula dari kecurigaan warga terhadap sebuah sepeda motor Honda Beat yang terparkir di pinggir jalan sejak Rabu sore tanpa pemilik. Di sekitar lokasi, warga juga menemukan alat pancing di tepi parit, namun belum terlihat keberadaan pemiliknya.
Sekitar pukul 21.00 WIB, seorang warga bernama Agung (23) bersama rekannya Faisal (18) kembali menyisir lokasi menggunakan senter. Keduanya terkejut setelah melihat kaki dan sandal mengapung di permukaan air parit. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Kapolsek Mentebah, Iptu Didik Rianto, mengatakan personel langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan awal. Dari hasil pengecekan fisik, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Keluarga korban menyampaikan bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit epilepsi. Diduga penyakit tersebut kambuh saat korban memancing sendirian, sehingga terjatuh ke parit,” jelas Kapolsek.
Baca Juga : Karyawan Peternakan di Kubu Raya Tewas Diduga Tersengat Listrik Saat Cas HP
Pihak kepolisian sempat menyarankan agar jenazah dibawa ke RSUD Achmad Diponegoro Putussibau untuk keperluan visum. Namun, keluarga menolak dan memilih langsung membawa korban ke rumah duka untuk dimakamkan.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya sepeda motor, uang tunai lebih dari Rp3,4 juta, identitas diri, telepon genggam, serta peralatan memancing. Seluruh barang tersebut kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
Peristiwa ini semakin menyayat hati karena saat kejadian, istri korban diketahui sedang dalam perjalanan dari Pulau Jawa menuju Kapuas Hulu dan tiba setelah korban ditemukan meninggal dunia.
Kapolsek Mentebah mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas sendirian, terutama bagi warga yang memiliki riwayat penyakit tertentu. “Sebaiknya tidak beraktivitas di lokasi berisiko tanpa pendamping demi keselamatan,” pungkasnya. *
