Pontianak Catat Inflasi Terendah se-Kalbar Januari 2026, TPID Perkuat Kendali Harga Jelang HBKN

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyampaikan paparan pada High Level Meeting TPID Provinsi Kalbar.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kota Pontianak mencatatkan inflasi year on year (yoy) terendah se-Kalimantan Barat pada Januari 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan Kota Pontianak berada di angka 2,74 persen, dengan inflasi bulanan (month to month) dan year to date masing-masing sebesar 0,07 persen.

Capaian tersebut mengemuka dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Barat, yang digelar menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Imlek, Ramadan, dan Idulfitri. Kegiatan ini dipimpin langsung Gubernur Kalbar Ria Norsan di Aula Keriang Bandong Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Kamis (5/2/2026), dan diikuti TPID kabupaten/kota se-Kalbar.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menegaskan bahwa pengendalian inflasi membutuhkan sinergi lintas sektor agar stabilitas harga dan pasokan tetap terjaga, khususnya di wilayah perkotaan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi.

“Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan agar harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau,” ujarnya.

Baca Juga : Produk Khas Pontianak Siap Bersaing di Pasar Asia Tenggara Lewat INACRAFT 2026

Meski inflasi Kota Pontianak masih berada dalam rentang target nasional, Bahasan menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan menjelang HBKN yang berpotensi mendorong kenaikan harga, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Untuk itu, Pemerintah Kota Pontianak melalui TPID terus mengoptimalkan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Langkah konkret dilakukan melalui pemantauan harga dan stok di pasar rakyat, pelaksanaan operasi pasar, serta penyampaian informasi harga secara berkala kepada masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Kalbar Ria Norsan dalam arahannya menyampaikan bahwa inflasi Kalbar tahun 2025 tercatat sebesar 1,85 persen dan memasuki 2026 mulai menunjukkan tren kenaikan. Kondisi ini dipengaruhi naiknya harga sejumlah komoditas pangan strategis serta faktor musiman menjelang hari besar keagamaan.

“Kenaikan harga cabai rawit, bawang merah, dan faktor musiman perlu diantisipasi bersama. Karena itu, koordinasi lintas daerah harus diperkuat agar inflasi tetap terkendali dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” jelasnya.

Baca Juga : Wali Kota Tegaskan SDM Jadi Kunci Kemajuan Daerah

Ria Norsan meminta pemerintah kabupaten dan kota memperkuat pendataan stok serta harga bahan pangan, sekaligus mengambil langkah preventif terhadap komoditas yang berpotensi mengalami gejolak harga. Ia juga menekankan pentingnya dukungan data akurat dari BPS dan kebijakan efektif dari Bank Indonesia dalam menjaga inflasi tetap rendah dan stabil.

Terkait ketersediaan pangan, Gubernur Kalbar mendorong Perum Bulog Kalbar menyiapkan rencana penyerapan produksi padi, seiring potensi peningkatan produksi gabah kering panen di Kalbar yang diproyeksikan naik hingga 25 persen dibandingkan Januari 2025.

Selain itu, perhatian khusus diminta terhadap harga daging ayam dan beras di Kabupaten Sambas, Kapuas Hulu, dan Melawi yang masih relatif tinggi, agar penguatan pasokan dan kelancaran distribusi dapat segera dilakukan.

Melalui HLM TPID Provinsi Kalbar ini, diharapkan koordinasi pengendalian inflasi antar daerah semakin solid sehingga stabilitas harga dan daya beli masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak, dapat terjaga sepanjang tahun 2026. *

HUT ke-255 Pontianak, PBB-P2 Bebas Sanksi dan Diskon Pajak hingga 50 Persen

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kabar baik bagi warga...

Warga memanfaatkan pelayanan mobil keliling untuk membayar PBB-P2.

Sungai Jawi Wakili Kalbar di Penjaringan Kelurahan Berprestasi Nasional

BERIKABARNEWS l PONTIANAK — Kelurahan Sungai Jawi, Kota...

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan usai Pemaparan dan Wawancara Calon Juara Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional 2026 di Pontive Center, Rabu (7/10/2026).

Kualitas Udara Berbahaya, Siswa Pontianak Kembali Belajar dari Rumah

BERIKABARNEWS l PONTIANAK — Pemerintah Kota Pontianak melalui...

Ilustrasi - Siswa di Pontianak mengikuti pembelajaran dari rumah setelah kualitas udara masuk kategori berbahaya.

Life Skill Jadi Bekal Masyarakat di Kawasan Rawan Narkoba Pontianak

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak...

Wakil Wali Kota Bahasan saat membuka Bimbingan Teknis Life Skill pada Kawasan Rawan Narkotika Di Kota Pontianak Tahun 2026, Selasa (6/10/2026).

Sekda Pontianak Minta Kadis Kuasai Anggaran, Jangan Bergantung pada Staf

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Sekretaris Daerah Kota Pontianak...

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah ketika membuka Rapat Evaluasi terhadap Raperda dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di Hotel Golden Tulip, Selasa (6/10/2026).

Logo Hari Jadi ke-255 Pontianak Resmi Diluncurkan, Angkat Tema Tangguh Bersahabat

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak resmi...

Pemerintah Kota Pontianak meluncurkan logo Hari Jadi ke-255 Pontianak, Senin (5/10/2026).

berita terkini