Meriam Karbit, Tradisi Ikonik Malam Takbiran di Pontianak

Deretan meriam karbit berjajar di tepian Sungai Kapuas Pontianak saat malam takbiran Idulfitri tahun 2024.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Malam takbiran Idulfitri di Kota Pontianak selalu menghadirkan suasana yang tak biasa. Di saat gema takbir berkumandang, dentuman keras memecah langit malam dari tepian Sungai Kapuas. Suara menggelegar itu berasal dari Meriam Karbit, tradisi khas yang telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kalimantan Barat.

Ratusan meriam kayu berukuran besar berjajar di sepanjang bantaran sungai. Ketika malam Idulfitri tiba, dentumannya bersahutan dari satu sisi ke sisi lain, menciptakan irama unik yang hanya bisa ditemukan di Pontianak. Bagi warga setempat, meriam karbit bukan sekadar hiburan tahunan, melainkan simbol kebersamaan dan perayaan kemenangan setelah sebulan berpuasa.

Tradisi ini memiliki jejak sejarah yang kuat. Konon, pendiri Kesultanan Pontianak, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, menggunakan dentuman meriam untuk mengusir gangguan makhluk halus saat membuka kawasan di pertemuan Sungai Kapuas. Ledakan tersebut dipercaya mampu menghalau kuntilanak yang kerap mengganggu pembangunan Masjid Jami’ dan Istana Kadriah. Dari kisah itulah, meriam karbit kemudian diwariskan dan berkembang menjadi tradisi malam takbiran.

Seiring waktu, fungsinya tak lagi sekadar simbol pengusiran makhluk halus. Dentuman meriam pernah menjadi penanda waktu sahur dan berbuka puasa pada masa lalu. Kini, ia menjadi puncak kemeriahan Festival Meriam Karbit yang selalu dinanti setiap Idulfitri.

Proses pembuatannya pun sarat nilai gotong royong. Kayu log besar jenis mabang atau meranti dengan diameter mencapai setengah meter lebih dipilih sebagai bahan utama. Kayu sepanjang lima hingga enam meter itu dibelah, dilubangi bagian tengahnya, lalu disatukan kembali dan diikat kuat menggunakan rotan agar mampu menahan tekanan saat diledakkan.

Karbit yang dicampur air menghasilkan gas, lalu disulut untuk menciptakan dentuman yang menggetarkan. Semua dilakukan dengan pengalaman turun-temurun dan pengawasan ketat demi menjaga keselamatan.

Baca Juga : Naga Pontianak Memukau di Harmoni Imlek Nusantara 2026

Keunikan dan nilai historisnya membuat tradisi ini diakui secara nasional. Pada 2016, meriam karbit resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh pemerintah Indonesia. Pengakuan tersebut menegaskan bahwa tradisi ini bukan hanya atraksi musiman, tetapi bagian dari jati diri masyarakat Pontianak yang harus terus dijaga.

Setiap malam Idulfitri, langit Pontianak seolah hidup oleh gema dentuman yang memantul di permukaan Sungai Kapuas. Di balik suara kerasnya, tersimpan kisah sejarah, solidaritas, dan kebanggaan warga terhadap warisan leluhur.

Bagi siapa pun yang ingin merasakan sensasi berbeda merayakan Idulfitri, menyaksikan langsung meriam karbit di tepian Sungai Kapuas adalah pengalaman yang tak terlupakan. Di sana, takbir dan dentuman menyatu, merayakan kemenangan dalam balutan tradisi yang tetap lestari.*

Lahan Gambut 22 Hektare Terbakar, Karhutla Singkawang Masuki Hari ke-11

BERIKABARNEWS l SINGKAWANG – Kebakaran hutan dan lahan...

Tim gabungan melakukan pemadaman karhutla di lahan gambut Jalan Senen, Sungai Rasau, Singkawang Utara. (Foto: Res-skw)

Jukir Liar di PSP Kebon Sayoek Ditertibkan, Bawa Sajam dan Miras

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Tim gabungan menertibkan seorang...

Tim gabungan menertibkan juru parkir liar yang diduga mengganggu kenyamanan pengunjung di kawasan PSP Kebon Sayoek, Pontianak.

Sekda Pontianak Minta OPD Tingkatkan Kematangan Organisasi

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Sekretaris Daerah Kota Pontianak...

Sekda Kota Pontianak Amirullah membuka Sosialisasi Bimbingan Teknis Penilaian Tingkat Kematangan Perangkat Daerah.

Perwira Seskoal Pelajari Strategi Penanganan Karhutla Pontianak

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Sebanyak 112 Perwira Siswa...

Perwira Siswa Seskoal Angkatan ke-66 mengikuti KKDN tentang penanganan karhutla di Pontianak.

ASN Kini Dituntut Profesional dan Berorientasi pada Pelayanan Publik

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Sekretaris Daerah Kota Pontianak...

Sekda Pontianak Amirullah saat menjadi pemateri Career Readiness Bootcamp Universitas Tanjungpura, Selasa (1/9/2026).

Ketua TP PKK Pontianak Ajak Pengurus Lebih Dekat dengan Masyarakat

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Ketua TP PKK Kota...

Ketua TP PKK Pontianak Yanieta Arbiastutie menghadiri Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Kota Pontianakdi Aula Keriang Bandong, Gedung Bank Indonesia Kalbar, Selasa (1/9/2026).

berita terkini