BERIKABARNEWS l ENTIKONG – Upaya menjaga kedaulatan hayati di wilayah perbatasan Kalimantan Barat terus diperkuat. Karantina Kalbar bersama Satgas Pamtas Yonarhanud 1/PBC menggelar patroli gabungan di kawasan PLBN Entikong, Senin (23/3/2026).
Patroli ini difokuskan pada jalur-jalur ilegal atau “jalur tikus” yang berada di sisi perbatasan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi penyelundupan komoditas pertanian dan hewan, terutama setelah meningkatnya aktivitas pasca-Idulfitri.
Petugas gabungan menyisir medan berat dan akses tersembunyi yang kerap dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal.
Pengawasan diperketat sebagai bentuk komitmen negara dalam mencegah masuknya komoditas tanpa prosedur karantina.
Risiko yang diantisipasi tidak hanya kerugian ekonomi, tetapi juga ancaman terhadap sumber daya hayati, seperti penyebaran hama penyakit hewan karantina (HPHK), hama penyakit ikan karantina (HPIK), serta organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Pastikan Stok BBM Kalbar Aman
Penanggung jawab Satpel PLBN Entikong, Swiet Sinay, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam pengawasan wilayah perbatasan.
“Patroli gabungan ini merupakan langkah penguatan pengawasan, khususnya pasca-Idulfitri. Kami memastikan tidak ada ruang bagi masuknya komoditas ilegal,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengawasan tidak hanya dilakukan di pintu resmi perbatasan, tetapi juga diperluas ke jalur non-prosedural yang rawan pelanggaran.
Melalui patroli rutin dan intensif, Karantina Kalbar bersama Satgas Pamtas menegaskan peran sebagai garda terdepan dalam melindungi sumber daya alam Indonesia. Hingga saat ini, situasi di kawasan perbatasan Entikong terpantau aman dan kondusif, dengan pemantauan yang terus dilakukan secara berkelanjutan.*
