BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat kian meningkat. Berdasarkan pantauan terbaru, sebanyak 533 titik panas (hotspot) terdeteksi di sejumlah wilayah, dipicu kondisi cuaca kering akibat tidak turunnya hujan dalam 24 jam terakhir.
Kondisi tanah yang semakin kering membuat potensi kebakaran meningkat signifikan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama pada periode 26 hingga 31 Maret 2026 yang dinilai sebagai fase krusial terjadinya karhutla.
Selain itu, dampak mulai terasa pada kualitas udara. Berdasarkan indikator partikulat halus PM2.5, kualitas udara di Kalbar saat ini berada pada kategori baik hingga tidak sehat. Situasi ini menjadi peringatan dini bagi warga untuk menjaga kesehatan, khususnya sistem pernapasan.
Badan BMKG memprediksi perubahan cuaca akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Hujan dengan intensitas sedang berpotensi turun di sebagian wilayah Kalbar pada 27 Maret hingga 1 April 2026.
Baca Juga : Kebakaran Hebat di Parwasal Pontianak, Puluhan Damkar Dikerahkan
Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem saat hujan datang, seperti hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat, terutama pada siang hingga sore hari.
Untuk mencegah karhutla, warga diimbau tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta menghindari tindakan yang dapat memicu api, seperti membuang puntung rokok sembarangan.
Selain itu, masyarakat juga diminta rutin memantau informasi resmi dari BMKG agar terhindar dari informasi yang tidak akurat.*
