BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Prestasi membanggakan kembali diraih pelajar asal Kota Pontianak. Vee Zahra Zulfa Asuri, siswi SMA Negeri 7 Pontianak, berhasil meraih gelar Runner Up I (Juara II) Putri Daerah Kalimantan Barat 2026 dalam ajang Grand Final Pemilihan Putri Daerah Kalimantan Barat.
Grand final yang digelar di Ballroom Golden Tulip Hotel Pontianak, Minggu malam (28/6/2026), mempertemukan para finalis terbaik yang mewakili 12 kabupaten dan 2 kota di Kalimantan Barat.
Ajang Putri Daerah Kalimantan Barat sendiri menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan potensi, wawasan, dan kemampuan komunikasi, sekaligus berperan sebagai duta promosi pariwisata, budaya, serta kearifan lokal daerah.
Mewakili Kota Pontianak, Vee tampil percaya diri sepanjang kompetisi. Penampilannya yang kuat, ditunjang wawasan luas dan kemampuan public speaking yang baik, berhasil membawanya menempati posisi Runner Up I.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Resmi Pimpin HKTI Kalbar, Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Dalam sesi presentasi materi, Vee mengangkat tema geopolitik. Ia menyoroti pentingnya menjaga persatuan bangsa, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta memahami posisi strategis Kalimantan Barat sebagai wilayah perbatasan Indonesia.
Menurutnya, Kalimantan Barat memiliki peran penting dalam menghadapi dinamika geopolitik global, terutama karena berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Tema yang diangkat Vee dinilai relevan dan mampu menunjukkan pemahaman generasi muda terhadap isu-isu strategis nasional, sekaligus memperlihatkan kepedulian terhadap masa depan daerah.
Baca Juga : Edi Kamtono Uji Tanding dengan Master Nasional Arief Rahman
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Pontianak, khususnya keluarga besar SMA Negeri 7 Pontianak.
Keberhasilan Vee juga diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan diri, memperluas wawasan, dan berani berkompetisi di berbagai bidang.
Lebih dari sekadar gelar, pencapaian ini menunjukkan bahwa generasi muda Kalimantan Barat memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan yang mampu membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.**
