BERIKABARNEWS l SANGGAU – Seorang lansia berinisial LH (83) yang sempat dilaporkan hilang ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Tayan, Dusun Sungai Ringin, Desa Riyai, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Jasad korban ditemukan warga dalam kondisi mengapung di Sungai Tayan pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Sebelumnya, keluarga melaporkan LH hilang kepada Polsek Tayan Hulu pada Jumat (11/9/2026).
Korban diketahui tidak berada di kamar tidurnya ketika keluarga melakukan pengecekan. Kamar tersebut berada di bagian belakang rumah dan menghadap langsung ke akses menuju Sungai Tayan.
Baca Juga : Kecelakaan di KM 22 Trans Kalimantan, Satu Pemotor Meninggal Dunia
Keluarga melaporkan hilangnya LH ke Polsek Tayan Hulu pada Jumat sekitar pukul 12.50 WIB. Laporan dibuat setelah pencarian secara mandiri di sekitar permukiman dan kawasan hutan tidak menemukan keberadaan korban.
Berdasarkan keterangan keluarga, LH mengalami pikun. Selama ini, korban tidur di kamar belakang rumah yang lokasinya berdekatan dengan aliran Sungai Tayan.
Setelah laporan diterima, pencarian dilanjutkan bersama warga. Mereka menyisir sejumlah lokasi di sekitar permukiman hingga kawasan Sungai Tayan.
Pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Sabtu dini hari. Warga yang menyusuri aliran Sungai Tayan menemukan korban dalam kondisi mengapung.
Kapolsek Tayan Hulu Iptu Trisna Mauludi memimpin proses evakuasi korban. Jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Tayan Hulu untuk menjalani pemeriksaan luar secara medis.
Dari hasil pemeriksaan medis dan keterangan sejumlah saksi, tidak ditemukan adanya persoalan antara korban dengan keluarga maupun lingkungan sekitar.
Anak korban, Margareta Atik, yang mewakili pihak keluarga, menerima kejadian tersebut sebagai musibah kematian wajar. Keluarga juga menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi.
Baca Juga : Riam Laverna Sanggau Telan Korban, Pria Tenggelam Saat Cari Ikan
Iptu Trisna Mauludi mengapresiasi warga yang ikut membantu pencarian hingga proses evakuasi korban.
Ia mengimbau keluarga untuk meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anggota keluarga yang sudah lanjut usia, terutama mereka yang mengalami pikun.
Menurutnya, pengawasan sederhana di lingkungan rumah dapat menjadi langkah pencegahan, khususnya bagi lansia yang tinggal di rumah dengan akses langsung atau berdekatan dengan sungai.
“Kami mengimbau keluarga agar memberikan perhatian lebih kepada anggota keluarga yang sudah lanjut usia dan mengalami pikun. Pengawasan sederhana di lingkungan rumah dapat menjadi langkah pencegahan yang sangat berarti, terutama bagi rumah yang berdekatan dengan sungai,” kata Iptu Trisna Mauludi, Sabtu (12/9/2026).*
