BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menekankan pentingnya pengawasan internal pemerintah sebagai langkah pencegahan dan peringatan dini terhadap potensi pelanggaran. Pesan tersebut disampaikan Krisantus saat membuka Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) 2026 di Hotel Aston Pontianak, Selasa (29/9/2026).
Rakorwasda 2026 diikuti perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), serta para inspektur dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
Menurut Krisantus, fungsi pengawasan tidak semestinya hanya diarahkan untuk menemukan kesalahan setelah sebuah program berjalan. Pengawasan harus menjadi bagian dari upaya mencegah terjadinya pelanggaran sejak awal.
Baca Juga : Krisantus Dorong Hibun Trail Adventure Sanggau Jadi Event Nasional
Ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah memastikan setiap program kerja dilaksanakan sesuai aturan, efisien, dan tepat sasaran.
“Pembangunan daerah hakikatnya bukan sekadar merealisasikan program atau menghabiskan anggaran. Keberhasilan pembangunan harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujar Krisantus.
Pemprov Kalbar juga mendorong agar pengawasan daerah semakin mengedepankan pendekatan berbasis risiko dan kinerja.
Baca Juga : Pemprov Kalbar Raih Penghargaan TPID Provinsi Terbaik 2026
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan program pembangunan berjalan efektif sekaligus menjaga keuangan daerah.
Krisantus meminta seluruh hasil pengawasan dan temuan yang muncul tidak berhenti sebagai catatan. Setiap temuan harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan.
Melalui evaluasi dan perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan, potensi persoalan diharapkan dapat diketahui dan dicegah lebih awal sehingga tidak terulang pada masa mendatang.*
