BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menyiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berkapasitas 200 hingga 300 ton per hari. Fasilitas ini disiapkan untuk membantu mengatasi produksi sampah di Kota Pontianak yang mencapai 450 hingga 500 ton setiap hari.
Selain membangun TPST, Pemkot Pontianak menjajaki kerja sama dengan PT Petrokimia Gresik untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk. Hasil pengolahan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan taman-taman kota.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan rencana itu saat membuka puncak peringatan World Cleanup Day (WCD) 2026 di Taman Digulis Universitas Tanjungpura (Untan), Minggu (11/10/2026).
Edi menjelaskan, sekitar 76 persen sampah di Pontianak merupakan sampah organik. Sementara itu, sampah plastik mencapai 17,3 persen dari total sampah yang dihasilkan setiap hari.
Komposisi tersebut menjadi pertimbangan Pemkot Pontianak dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang mengutamakan pemilahan dan pemanfaatan kembali.
“Ke depan, kita akan membangun pusat pengelolaan sampah terpadu yang kapasitasnya bisa mencapai 200 hingga 300 ton per hari. Kita juga sudah menjajaki kerja sama dengan PT Petrokimia Gresik untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk yang bisa dimanfaatkan untuk taman-taman kota,” ujar Edi.
Baca Juga : Pemkot Pontianak Rutin Normalisasi Drainase, Dua Pompa Besar Ditambah
Dengan produksi sampah mencapai 450 hingga 500 ton per hari, pembangunan TPST menjadi salah satu upaya Pemkot Pontianak untuk meningkatkan pengelolaan sampah secara terpadu.
Namun, Edi menegaskan bahwa penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas pengolahan. Peran masyarakat juga diperlukan untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya, terutama di lingkungan rumah tangga.
Masyarakat dapat berpartisipasi dengan memilah sampah rumah tangga, memanfaatkan bank sampah mini di sekolah, serta membuang sampah sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku.
Edi berharap peringatan World Cleanup Day tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
“Kegiatan WCD ini jangan hanya sekadar seremoni. Ini harus menjadi momentum untuk mengubah kebiasaan. Membuang sampah sembarangan tidak boleh lagi ada di Pontianak. Kalau ada warga yang punya ide cemerlang soal sampah, silakan sampaikan langsung kepada saya. Saya sangat serius menangani ini,” tegasnya.
Selain memperkuat pengelolaan sampah, Pemkot Pontianak berkomitmen memperluas ruang terbuka hijau dan menata trotoar agar lebih nyaman bagi masyarakat. Penataan tersebut akan menjangkau kawasan di luar Jalan Ahmad Yani, termasuk wilayah Pontianak Utara.
Baca Juga : Pasar Murah dan UMKM Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Warga
Sementara itu, Koordinator Pelaksana WCD Pontianak 2026, Vivi Norvika, mengatakan sekitar 300 relawan dari berbagai kalangan terlibat dalam kegiatan bertema “Aksi Bersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah”.
Para relawan terdiri dari pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, dan aparatur pemerintah. Mereka melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Jalan Daya Nasional serta menebar ekoenzim di Jalan Media.
Taman Digulis dan kawasan sekitarnya dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi salah satu ruang aktivitas olahraga sekaligus sarana edukasi masyarakat.
Menurut Vivi, kegiatan tersebut juga bertujuan mendorong penerapan gaya hidup minim sampah. Karena itu, peserta diwajibkan membawa botol minum pribadi dan memilah sampah yang dikumpulkan selama aksi berlangsung.
Sampah hasil kegiatan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu sampah organik, sampah anorganik yang memiliki nilai daur ulang, dan residu.
Sampah yang terkumpul kemudian ditimbang dan dicatat oleh Bank Sampah Rosela Purnama serta Bank Sampah Untan. Data tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup sebagai bagian dari kontribusi Kota Pontianak dalam pelaksanaan WCD tingkat nasional.
Melalui rencana pembangunan TPST, penjajakan pengolahan sampah organik menjadi pupuk, dan keterlibatan masyarakat, Pemkot Pontianak mendorong pengelolaan sampah yang lebih terarah, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan kembali.*
