BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mengingatkan para santri agar memiliki bekal ilmu agama yang kuat, menguasai teknologi, serta mampu bersaing di tingkat global. Ketiga hal tersebut dinilai penting untuk menghadapi tantangan zaman dan mempersiapkan masa depan.
Pesan itu disampaikan Krisantus saat menghadiri puncak Haul Akbar dan Haflatul Ikhtibar sekaligus mewisuda santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Qur’an Wal Lughoh di Kabupaten Kubu Raya, Minggu (11/10/2026).
Dalam sambutannya, Krisantus mengajak para santri untuk memiliki cita-cita tinggi, menjaga akhlak, dan terus mengembangkan kemampuan diri agar dapat mengambil peran strategis dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga : GOR SSA Pontianak Direnovasi Bertahap Mulai 2027
Menurutnya, perkembangan teknologi digital menuntut generasi muda untuk terus beradaptasi. Karena itu, santri tidak cukup hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga perlu menguasai teknologi informasi dan bahasa asing sebagai bekal menghadapi persaingan global.
Krisantus menegaskan, pemanfaatan teknologi harus dilakukan secara bijak tanpa mengabaikan nilai-nilai agama, kerukunan, serta tanggung jawab sosial.
Ia juga mendorong para santri menjadi generasi yang mandiri, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah maupun bangsa.
“Rencana Allah SWT adalah misteri. Kita tidak tahu 10 atau 20 tahun ke depan akan menjadi apa. Jangan pernah berhenti mempersiapkan diri,” pesan Krisantus di hadapan ratusan wali santri dan tamu undangan.
Selain mendorong peningkatan kompetensi, Krisantus mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat. Para santri diharapkan turut menjadi agen moderasi beragama yang menjaga kerukunan di Kalimantan Barat.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Dorong MPI Kalbar Perkuat Program Sosial
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap pondok pesantren terus berperan dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, baik dari sisi intelektual maupun spiritual.
Wisuda santri Ponpes Darul Qur’an Wal Lughoh menjadi salah satu momentum untuk mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki fondasi agama kuat, keterampilan teknologi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Pemprov Kalbar optimistis pendidikan Islam dapat terus melahirkan generasi yang mandiri, kompetitif, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan serta kemajuan masyarakat, khususnya di Kalimantan Barat.
Melalui perpaduan ilmu agama, penguasaan teknologi, dan kemampuan bahasa asing, para santri diharapkan mampu menghadapi tantangan masa depan sekaligus mempertahankan nilai-nilai moral dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.*
