BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak memperluas akses pelayanan digital melalui KiosK e-Ponti yang ditempatkan di ruang publik. Fasilitas ini memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran pajak dan mengurus administrasi secara mandiri tanpa harus datang ke loket pelayanan atau mengantre dengan petugas.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, perluasan layanan e-Ponti merupakan bagian dari transformasi digital untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, mudah, dan cepat bagi masyarakat.
Menurutnya, fasilitas tersebut akan ditempatkan secara bertahap di sejumlah lokasi strategis, seperti pusat perbelanjaan dan kawasan pelayanan publik.
“Jangan hanya melayani masyarakat di kantor. Kalau bisa kita hadirkan di ruang-ruang publik. Alat-alat seperti mesin e-Ponti kita tempatkan di KiosK e-Ponti, di Mega Mall, kemudian di PTSP,” ujar Edi, Minggu (18/10/2026).

Ia berharap kehadiran layanan mandiri ini memudahkan masyarakat bertransaksi tanpa bergantung pada pola pelayanan konvensional di kantor pemerintahan.
“Artinya tidak ada alasan masyarakat sulit untuk melakukan transaksi. Pelayanannya harus semakin dekat, semakin mudah dan semakin cepat,” katanya.
Baca Juga : Maulid Nabi, Edi Kamtono Ajak Warga Pontianak Perkuat Ketahanan Hadapi Ujian
Meski mendorong perluasan transaksi digital, Edi menegaskan bahwa penerapannya harus mempertimbangkan kondisi dan kemampuan masyarakat. Sebab, tidak semua warga memiliki akses teknologi yang sama.
Ia mencontohkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang menawarkan transaksi praktis dan transparan. Namun, sebagian masyarakat masih terkendala kepemilikan telepon pintar, akses internet, maupun rekening untuk mendukung pembayaran digital.
“Kalau langsung dipaksa menggunakan QRIS, ada masyarakat yang mungkin tidak punya tabungan atau tidak menggunakan telepon pintar. Jadi kita harus melihat kondisi masyarakat juga,” jelasnya.
Karena itu, Pemkot Pontianak akan mendorong penerapan pembayaran non-tunai secara bertahap. Selain QRIS, penggunaan uang elektronik berbasis kartu dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang belum terbiasa bertransaksi melalui telepon seluler.
Baca Juga : Penyapu Jalan Jadi Garda Terdepan Kebersihan Pontianak, Petugas Terima Sembako
Edi menyebut sosialisasi dan pendampingan menjadi bagian penting dalam memperluas penggunaan transaksi digital. Pemkot Pontianak perlu berkolaborasi dengan perbankan untuk memberikan edukasi serta stimulus agar masyarakat semakin terbiasa menggunakan pembayaran non-tunai.
“QRIS tetap harus terus kita galakkan, terutama untuk UMKM. Tetapi prosesnya harus dibina dan diperluas secara bertahap supaya semua bisa ikut,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa inovasi digitalisasi yang dikembangkan Pemkot Pontianak mendapat dukungan Bank Indonesia dan apresiasi melalui penghargaan dalam upaya percepatan digitalisasi daerah.
Meski demikian, Edi menegaskan penghargaan bukanlah tujuan utama. Keberhasilan transformasi digital harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, terutama dalam memperoleh pelayanan publik yang lebih cepat dan mudah diakses.
“Yang paling penting bukan sekadar penghargaan, tetapi bagaimana digitalisasi ini benar-benar membuat pelayanan publik lebih cepat dan masyarakat semakin mudah mendapatkan layanan,” pungkasnya.*
