Google Cloud Pacu Layanan AI, Palo Alto Investasi Rp155 Triliun

Google Cloud dan Palo Alto Networks dalam pengumuman kemitraan layanan keamanan berbasis AI. (unsplash.com/@boliviainteligente)

BERIKABARNEWS l – Google Cloud, unit komputasi awan milik Alphabet, memperluas kemitraan strategis dengan perusahaan keamanan siber Palo Alto Networks untuk mempercepat pengembangan layanan berbasis kecerdasan buatan atau AI. Kesepakatan yang diumumkan Jumat waktu setempat ini disebut sebagai kontrak layanan keamanan terbesar dalam sejarah Google Cloud.

Dalam kerja sama tersebut, Palo Alto Networks berkomitmen menginvestasikan hampir 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp155 triliun kepada Google Cloud dalam beberapa tahun ke depan. Investasi ini menjadi kelanjutan dan peningkatan signifikan dari kemitraan kedua perusahaan yang telah terjalin sejak 2018.

Sebagian besar dana akan digunakan untuk memigrasikan layanan dan infrastruktur Palo Alto Networks ke platform Google Cloud. Selain itu, investasi besar juga dialokasikan untuk pengembangan solusi keamanan siber berbasis AI guna menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks.

Ekspansi Layanan Keamanan Berbasis AI

Presiden Palo Alto Networks BJ Jenkins menyatakan pesatnya adopsi AI telah meningkatkan kebutuhan akan sistem keamanan yang lebih canggih. Pernyataan tersebut diperkuat oleh Chief Revenue Officer Google Cloud Matt Renner, yang menegaskan bahwa AI mendorong lonjakan permintaan terhadap layanan keamanan siber modern.

Kemitraan ini difokuskan pada penguatan pertahanan terhadap serangan siber yang kini banyak memanfaatkan teknologi AI generatif. Dengan menggabungkan teknologi cloud Google dan keahlian keamanan Palo Alto, kedua perusahaan menargetkan solusi perlindungan digital yang lebih adaptif.

Langkah ini juga mempertegas ambisi Google Cloud dalam persaingan dengan Amazon Web Services dan Microsoft Azure. Di tengah percepatan adopsi AI oleh perusahaan global, keamanan siber menjadi faktor kunci dalam pemilihan penyedia layanan cloud.

Saat ini, Google masih menunggu persetujuan regulator atas rencana akuisisi perusahaan keamanan Wiz senilai sekitar Rp496 triliun. Sementara itu, Palo Alto Networks juga agresif berekspansi melalui rencana pembelian perusahaan perangkat lunak Chronosphere senilai sekitar Rp52 triliun.

Baca Juga : Trump Mulai Tinjau Izin Ekspor Chip AI Nvidia H200 ke China

BJ Jenkins menilai tantangan keamanan di era AI menyerupai fase awal adopsi cloud, ketika ancaman berkembang lebih cepat dari sistem pertahanan.

Serangan siber kini bahkan memanfaatkan teknologi AI generatif yang sama dengan yang digunakan penyedia keamanan.

Sebagai catatan, CEO Palo Alto Networks Nikesh Arora merupakan mantan eksekutif senior Google yang pernah menjabat sebagai Chief Business Officer hingga 2014, faktor yang dinilai turut memperkuat sinergi strategis kedua raksasa teknologi tersebut. *

 

Sumber :

Reuters

SpaceX Uji Starship Terbaru, 20 Satelit Starlink V3 Berhasil Diterbangkan

BERIKABARNEWS l TEXAS – SpaceX kembali mencatat kemajuan...

Roket Starship milik SpaceX lepas landas dari Starbase, Texas, dalam uji penerbangan ke-13 yang membawa 20 satelit Starlink V3 ke ruang suborbital.

Meta Bikin Pengguna Quest Makin Betah, Xbox Game Pass Kini Jadi Bagian Horizon+

BERIKABARNEWS l – Meta Platforms semakin memperkuat ekosistem...

Pengguna Meta Quest dapat memainkan game Xbox Game Pass melalui layanan Meta Horizon+ dengan dukungan cloud gaming.

Google Bersiap Ubah Peta AI Lewat Chip Frozen v2 Berbasis Gemini

BERIKABARNEWS l – Google dilaporkan tengah menyiapkan lompatan...

Ilustrasi chip AI Google Frozen v2 berbasis Gemini yang dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi komputasi di pusat data.

Bermodal PC Bekas Rp2 Juta, Ibrahim Al Abrar Raih Apresiasi NASA Berkat Temuan Celah Keamanan

BERIKABARNEWS l BOYOLALI – Prestasi membanggakan datang dari...

Ibrahim Al Abrar, siswa SD asal Boyolali, menerima apresiasi dari NASA setelah menemukan celah keamanan pada domain publik.

Apple Gugat OpenAI, Dugaan Penyalahgunaan Rahasia Dagang Jadi Sorotan

BERIKABARNEWS l – Persaingan di industri kecerdasan buatan...

Ilustrasi logo - Gugatan Apple terhadap OpenAI terkait dugaan penyalahgunaan rahasia dagang di industri kecerdasan buatan.

China Berhasil Mendaratkan Roket Reusable Pertama untuk Dukung Misi ke Bulan

BERIKABARNEWS l HAINAN – China mencatat tonggak baru...

Roket Long March-10B milik China berhasil mendarat menggunakan sistem jaring di platform laut setelah menyelesaikan peluncuran dari Wenchang, Hainan.

berita terkini