BERIKABARNEWS l KETAPANG – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, masih terjadi meski pasokan 1,93 juta liter bahan bakar minyak (BBM) telah tiba melalui kapal tanker. Warga masih harus mengantre panjang untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite maupun Pertamax.
Kondisi tersebut terlihat di sejumlah SPBU, baik di kawasan perkotaan maupun di luar kota. Padatnya antrean membuat masyarakat harus meluangkan waktu lebih lama hanya untuk mengisi bahan bakar kendaraan.
Di pusat Kota Ketapang, antrean kendaraan terlihat di SPBU Jalan D.I. Panjaitan, SPBU di depan RSUD dr. Agoesdjam, serta Pertashop di Jalan Agus Salim.
Sementara itu, kepadatan juga terjadi di sejumlah SPBU di luar kota, seperti Kendawangan, Tumbang Titi, dan Manis Mata.
Tingginya permintaan BBM juga berdampak pada pedagang BBM eceran. Banyak di antaranya kehabisan stok sehingga terpaksa menghentikan sementara aktivitas penjualan.
Baca Juga : Bupati Sujiwo Resmikan Ruang Publik Tugu Langsat, Dorong UMKM dan Aktivitas Warga
Untuk mengurangi kepadatan antrean sekaligus menjaga ketersediaan BBM, Hiswana Migas Kabupaten Ketapang bersama Pertamina menerapkan sejumlah langkah.
Seluruh SPBU di kawasan perkotaan diminta memperpanjang jam operasional hingga pukul 24.00 WIB agar masyarakat memiliki waktu lebih panjang untuk mengisi bahan bakar.
Selain itu, pembelian BBM subsidi jenis Pertalite juga dibatasi, yakni maksimal 5 liter untuk sepeda motor dan 20 liter untuk kendaraan roda empat.
Sebagai upaya mencegah penyalahgunaan distribusi BBM subsidi, Pertamina turut memblokir 15 QR Code kendaraan yang terindikasi melakukan transaksi berulang atau pembelian tidak wajar.
Baca Juga : Polsek Entikong Ajak Warga Jaga Kamtibmas Lewat Patroli Perintis Kota
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan distribusi BBM ke Kabupaten Ketapang terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain pasokan yang disalurkan melalui Jobber Ketapang, tambahan distribusi juga dikirim dari Integrated Terminal Pontianak dan Fuel Terminal Pangkalan Bun guna mempercepat pemulihan stok di seluruh SPBU.
Pertamina berharap pasokan tambahan tersebut dapat mempercepat normalisasi distribusi sehingga antrean kendaraan di SPBU segera berkurang.
Di tengah proses pemulihan pasokan, Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
Warga juga diminta mengantre secara tertib serta tidak melakukan panic buying, karena distribusi BBM ke Kabupaten Ketapang dipastikan terus berjalan secara bertahap hingga kondisi kembali normal.*
