BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), lintas instansi di Pontianak memperkuat sinergi melalui Apel Posko Terpadu Penanganan Karhutla 2026. Kegiatan ini digelar di Jalan Sepakat II, Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Sabtu (28/3/2026).
Apel siaga tersebut dihadiri sejumlah pimpinan daerah, di antaranya Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Dandim 1207/Pontianak Letkol Robbi Firdaus, serta Kepala BPBD Kota Pontianak Nasir.
Dalam arahannya, Kapolresta menegaskan pentingnya pencegahan dini agar Pontianak terbebas dari kabut asap. Ia mengingatkan bahwa dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat.
“Pencegahan adalah kunci utama. Kita ingin Pontianak bebas dari kebakaran lahan dan dampak asap yang berbahaya,” tegasnya.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk menekan risiko kebakaran yang kerap dipicu oleh aktivitas manusia. Kesadaran kolektif diharapkan mampu menjadi benteng utama dalam mencegah karhutla.
Baca Juga : Antisipasi Karhutla, Pemkot Pontianak Bentuk Tim Terpadu dan Posko Siaga
Dalam apel tersebut juga ditekankan pentingnya menghilangkan ego sektoral dalam penanganan bencana. Seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat dan relawan, diminta bekerja secara terpadu.
Sinergi lintas sektor menjadi fokus utama, termasuk koordinasi cepat antarinstansi, pelibatan masyarakat sebagai garda terdepan, serta kesiapan sarana dan prasarana pemadaman.
Melalui pembentukan Posko Terpadu ini, respons terhadap potensi titik api diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. Upaya ini sekaligus menjadi komitmen bersama untuk menjaga kualitas lingkungan dan memastikan udara tetap bersih bagi masyarakat.
Pemerintah Kota Pontianak pun mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab bersama demi kehidupan yang sehat dan berkelanjutan.*
