BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Banjir rob kembali merendam sejumlah wilayah di Kota Pontianak. Pemerintah Kota Pontianak mencatat ketinggian air pasang laut dalam beberapa hari terakhir mencapai hingga dua meter, sehingga warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan Pemkot terus melakukan pemantauan terhadap kondisi banjir rob yang terjadi di berbagai titik. Berdasarkan hasil pengamatan, kenaikan muka air paling terasa pada pagi hari, sementara pada siang hingga sore kondisi relatif stabil.
“Untuk pagi hari memang terjadi kenaikan air. Namun pada siang sampai sore hari, kenaikannya tidak terlalu signifikan,” ujar Edi, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, BMKG telah merilis informasi bahwa puncak pasang air laut diperkirakan berlangsung pada 4 hingga 7 Januari 2026, dengan ketinggian mencapai sekitar dua meter di atas permukaan laut, baik dari aliran Sungai Kapuas maupun dari laut.

Menurut Edi, puncak pasang umumnya terjadi pada pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Setelah itu, air mulai surut dengan cukup cepat sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 WIB.
“Grafik pasang surutnya sangat tajam. Artinya, arus air cukup deras, baik saat air naik maupun ketika surut,” jelasnya.
Meski demikian, Edi mengingatkan potensi risiko yang lebih besar apabila banjir rob bertepatan dengan hujan lebat dan angin kencang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan ketinggian air meningkat secara signifikan, seperti yang pernah terjadi pada awal Desember lalu.
“Yang kita khawatirkan adalah jika pasang bersamaan dengan hujan lebat dan angin kencang, karena itu bisa membuat air semakin tinggi,” katanya.
Baca Juga : Amirullah Tekankan Prioritas Belanja Modal di Tengah Efisiensi Anggaran 2026
Atas kondisi tersebut, Wali Kota Pontianak mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal di bantaran Sungai Kapuas dan kawasan rendah, untuk tetap waspada dan bersiap menghadapi dampak banjir rob.
“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi potensi dampak banjir rob,” pungkasnya. (ndo)
Prokopim
