BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kubu Raya. Untuk memastikan penanganan berjalan optimal, Bupati Kubu Raya Sujiwo turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Jalan Angkasapura II, Parit Ngabeh, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kamis (22/1/2026).
Kehadiran bupati di titik api tersebut bertujuan memastikan koordinasi antarpetugas berjalan terpadu sekaligus memberikan dukungan moril kepada tim gabungan yang berjibaku memadamkan api di lahan gambut.
Pemadaman di Desa Limbung melibatkan sinergi berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, petugas pemadam kebakaran, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan. Kerja sama lintas sektor ini difokuskan untuk memutus jalur api agar tidak meluas ke wilayah sekitar.
“Saya harus hadir untuk memberi motivasi. Kita tidak boleh berpasrah dalam menghadapi karhutla,” tegas Sujiwo saat meninjau lokasi.
Bupati menegaskan, penanganan karhutla bukan hanya soal teknis pemadaman, tetapi juga kepemimpinan di lapangan guna menjaga semangat para petugas yang bekerja tanpa mengenal waktu.
Puluhan Titik Api Terdeteksi di Kubu Raya
Berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, puluhan titik api terdeteksi di sejumlah wilayah Kabupaten Kubu Raya. Kondisi lahan yang kering menjadi tantangan tersendiri, namun Pemkab memastikan respons cepat terus dilakukan untuk menekan potensi kebakaran meluas.
Setelah upaya pemadaman intensif selama beberapa jam, api di kawasan Parit Ngabeh berhasil dikendalikan. Saat ini petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api di lapisan gambut yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Karena lokasi kebakaran berada di Kecamatan Sungai Raya yang berdekatan dengan area bandara, Pemkab Kubu Raya memberi perhatian khusus pada jarak pandang udara.
Langkah ini penting untuk mencegah gangguan terhadap aktivitas penerbangan serta melindungi kesehatan masyarakat dari dampak kabut asap.
Baca Juga : Cegah Karhutla, Pemkab Kubu Raya Segel Lahan di Punggur Kecil
Bupati Sujiwo juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca yang masih kering dan rawan kebakaran.
“Kami minta masyarakat menahan diri untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Dampaknya sangat luas, mulai dari lingkungan, kesehatan, hingga aktivitas transportasi,” ujarnya.
Ke depan, Pemkab Kubu Raya akan memperkuat patroli terpadu, edukasi masyarakat, serta pengembangan sistem deteksi dini titik api berbasis teknologi yang dipadukan dengan laporan warga. Upaya ini diharapkan mampu menggeser penanganan karhutla dari reaktif menjadi lebih preventif.
“Kesadaran masyarakat adalah kunci utama agar Kubu Raya terhindar dari bencana asap,” pungkas Sujiwo. *
Sumber :
Diskominfo KKR
