BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Tradisi dentuman Meriam Karbit kembali siap menggetarkan tepian Sungai Kapuas pada malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah. Di Pontianak, kemeriahan festival tahun ini dipusatkan di sejumlah titik strategis yang mudah diakses dari Jalan Tanjungpura dan Jalan Imam Bonjol.
Sebanyak delapan lokasi meriam di kawasan Benua Melayu Laut (BML) telah disiapkan untuk menyambut masyarakat dan wisatawan. Deretan meriam raksasa yang berada di sepanjang tepian sungai menghadirkan sensasi dentuman khas “Kota Khatulistiwa”, memadukan unsur adrenalin dengan kekayaan budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Akses menuju lokasi pun relatif mudah dijangkau. Kawasan Waterfront City Pontianak menjadi jalur utama, terutama melalui pintu masuk di Jalan Barito yang terhubung dengan Jalan Tanjungpura dan tidak jauh dari Jalan Imam Bonjol.
Dari titik ini, pengunjung dapat menjangkau berbagai lokasi meriam seperti Gang Malaya, Gang Landak menuju Bala’ Komando Melayu, Gang H. Mursyid, Gang Peniti, Gang Irian, Gang Bayu 2, Gang Garuda 2, hingga Gang Kuantan.
Baca Juga : Tinjau Pelabuhan Dwikora, Wali Kota Edi Pastikan Mudik Lebaran Berjalan Lancar
Festival Meriam Karbit bukan sekadar hiburan malam takbiran, melainkan juga Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia yang menjadi identitas kuat masyarakat Pontianak. Dentuman meriam berbahan batang kayu besar ini menciptakan suasana khas yang hanya hadir saat perayaan Lebaran.
Pengunjung disarankan datang lebih awal untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas, terutama di sepanjang Jalan Tanjungpura dan Imam Bonjol yang menjadi akses utama menuju lokasi.
Dengan penyebaran delapan titik ini, diharapkan konsentrasi massa dapat terurai sehingga masyarakat bisa menikmati atraksi dengan lebih nyaman.
Kemeriahan di tepian Sungai Kapuas ini kembali menegaskan Pontianak sebagai destinasi wisata budaya yang unik dan menarik, khususnya saat malam takbiran Idulfitri. (ndo)
