BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Suasana hangat menyelimuti Masjid Nurul Iman di Gang HA Gani, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Jumat (20/2/2026) malam. Usai Salat Tarawih, anak-anak yang mengenakan mukena tampak antusias menyambut kehadiran Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono bersama istri, Yanieta Arbiastutie.
Satu per satu anak bersalaman. Edi menyapa mereka dengan ramah, sesekali menanyakan bagaimana puasa yang telah memasuki hari ketiga Ramadan. Obrolan ringan itu diselipinya dengan pesan motivasi agar anak-anak semakin semangat menjalankan ibadah di bulan suci.
Momen sederhana tersebut menjadi cerminan pentingnya menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini. Menurut Edi, Ramadan adalah waktu terbaik bagi orang tua untuk membentuk kebiasaan ibadah anak, terutama dalam menjalankan puasa dan Salat Tarawih berjemaah di masjid.
“Bulan Ramadan adalah momentum yang tepat untuk melatih anak-anak berpuasa dan membiasakan mereka melaksanakan Salat Tarawih berjemaah di masjid. Peran orang tua sangat penting dalam memberi contoh dan pendampingan agar anak tumbuh dengan kecintaan terhadap ibadah,” ujarnya.
Ia menegaskan, pendidikan karakter religius tidak hanya dibangun di rumah maupun sekolah, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lingkungan masjid. Kehadiran anak-anak di masjid bukan sekadar bagian dari ibadah, melainkan sarana membangun kebersamaan, kedisiplinan, serta akhlak yang baik.
Baca Juga : Safari Ramadan, Wali Kota Pontianak Soroti Tantangan Digitalisasi Generasi Muda
Sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak, Edi turut mengajak umat Muslim di Kota Pontianak menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan spiritual keluarga. Suasana masjid yang ramah anak diharapkan mampu menciptakan rasa nyaman, sehingga mereka tidak merasa terbebani saat beribadah.
“Kalau sejak kecil mereka sudah terbiasa datang ke masjid, berpuasa, dan Tarawih bersama, insyaallah ketika dewasa itu akan menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan mereka,” tuturnya.
Di tengah lantunan doa dan kebersamaan jamaah, antusiasme anak-anak mengikuti rangkaian ibadah Ramadan menjadi gambaran optimisme lahirnya generasi religius di Kota Pontianak.
Pemerintah Kota Pontianak berharap Ramadan tidak sekadar menjadi ritual tahunan, tetapi juga momentum membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan beriman. *
