BERIKABARNEWS l BENGKAYANG – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar program Gema Membangun Desa (GMD) ke-5 Tahun 2026 di Lapangan Gamora, Desa Karimunting, Kabupaten Bengkayang, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan 30 unsur layanan publik sekaligus menyalurkan berbagai bantuan untuk masyarakat, termasuk kelompok nelayan.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan, GMD menjadi sarana bagi pemerintah untuk bertemu langsung dengan masyarakat desa, mendengar aspirasi, serta memastikan program pembangunan sesuai kebutuhan warga.
“Gema Membangun Desa menjadi kesempatan bagi kita untuk bertemu langsung, mendengar aspirasi, dan memastikan program pembangunan selaras dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, desa memiliki peran penting sebagai ujung tombak pemerintahan. Menurutnya, kemajuan kecamatan dan kabupaten sangat bergantung pada kemampuan desa dalam mengembangkan potensi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Sambangi Rumah Warga Bengkayang, Salurkan Bantuan
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis turut mengapresiasi pelaksanaan GMD yang membawa jajaran Pemprov Kalbar hadir langsung di tengah masyarakat.
Ia menilai desa-desa di Kalimantan Barat memiliki potensi besar untuk menjadi fondasi pembangunan. Salah satunya Desa Karimunting yang memiliki potensi wisata pesisir dan dapat dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Desa Karimunting memiliki potensi pariwisata pesisir yang luar biasa. Pengembangan kawasan wisata berbasis alam dan masyarakat dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, membuka lapangan pekerjaan, serta menghidupkan UMKM jika dikelola secara berkelanjutan,” kata Sebastianus.
Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalbar, sejumlah bantuan disalurkan dalam kegiatan tersebut. Untuk masyarakat umum, pemerintah memberikan 80 paket sembako, 10 unit alat semprot pertanian (handsprayer), dan lima unit pompa air.
Sementara itu, kelompok nelayan menerima bantuan berupa alat penangkap ikan ramah lingkungan, dua unit gertak nelayan, jaring budidaya (waring), serta 10 paket transplantasi terumbu karang.
Bantuan juga menyasar sektor sosial dan infrastruktur. Sebanyak enam unit alat bantu bagi penyandang disabilitas diserahkan, terdiri atas kursi roda, tongkat kruk, dan alat bantu dengar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turut memberikan bantuan rehabilitasi satu unit Rumah Layak Huni senilai Rp25 juta. Selain itu, PLN menyalurkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) kepada tujuh keluarga di Desa Karimunting.
Dukungan lainnya meliputi 600 batang bibit tanaman produktif, fasilitas khitan bagi 20 pasien, alat pemadam kebakaran, serta kuota internet gratis.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Minta PLN Percepat Perbaikan PLTU Bengkayang
Pada akhir kegiatan, Ria Norsan berdialog langsung dengan masyarakat dan kepala desa dari Karimunting, Sungai Raya, Pulau Lemukutan, serta Sungai Keran. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur.
Aspirasi yang disampaikan antara lain penataan lahan parkir masjid, perbaikan jalan lingkungan, pengadaan ambulans laut, hingga pembangunan dermaga penyeberangan.
Ria Norsan memastikan seluruh usulan tersebut telah dicatat dan akan dipelajari lebih lanjut untuk dipertimbangkan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2027.
Melalui GMD, Pemprov Kalbar berharap pelayanan publik, penyaluran bantuan, dan penyerapan aspirasi dapat dilakukan lebih dekat dengan masyarakat desa.*
