BERIKABARNEWS l LANDAK – Suasana malam di Masjid Jami’ Keraton Ismahayana Landak terasa khidmat pada Minggu (1/3/2026). Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., hadir memberikan tausiyah singkat di hadapan ratusan jamaah salat tarawih. Kultum ini mengajak jamaah merenungkan makna kehidupan, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh berkah dan ampunan.
Kehadiran Gubernur Ria Norsan merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi spiritual untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menjadi momen refleksi diri bagi umat.
Dalam tausiyahnya, beliau menekankan empat perkara penting yang tidak akan pernah kembali, yaitu umur, waktu, masa muda, dan harta. Pesan ini mengajak setiap jamaah merenung, apakah sisa usia yang dimiliki sudah digunakan untuk hal-hal bermanfaat atau justru terbuang sia-sia.
“Apabila kita diberikan umur dan kesempatan hidup, mari kita gunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT,” ujarnya di hadapan jamaah.
Baca Juga : Jelang Idulfitri, Ria Norsan Buka Pasar Murah di Landak untuk Tekan Inflasi
Gubernur juga mengingatkan pentingnya menggunakan masa muda untuk menebar kebaikan serta mengelola harta secara halal dan bertanggung jawab, sebagai bekal di akhirat kelak.
Tidak hanya memberikan siraman rohani, Gubernur Ria Norsan juga menunjukkan kepedulian nyata terhadap kemakmuran masjid.
Beliau menyerahkan bantuan berupa paket perlengkapan ibadah seperti sarung dan mukena, Mushaf Al-Qur’an, serta dana tunai sebesar Rp30 juta untuk pengurus masjid. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran operasional masjid dan meningkatkan kenyamanan jamaah selama Ramadan dan seterusnya.
Baca Juga : Ria Norsan Gelar Safari Ramadan di Landak, Perkuat Sinergi dan Stabilitas Pangan
Melalui refleksi spiritual di masjid bersejarah ini, Gubernur berharap masyarakat Landak dapat menjalani sisa Ramadan dengan kualitas iman dan takwa yang lebih baik.
Menurutnya, bulan suci adalah momen untuk melatih kedisiplinan diri, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperkuat kualitas spiritual.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan seluruh masyarakat Kalimantan Barat. Semangat kebersamaan yang tercipta diharapkan dapat menjaga hubungan harmonis antara ulama, umara (pemerintah), dan umat, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.*
