BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Perkembangan teknologi yang kian pesat membuat peran keluarga semakin penting dalam membentuk karakter generasi muda. Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng utama dalam melindungi anak dari pengaruh negatif, termasuk paham radikalisme yang kini mulai masuk melalui media sosial.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Seminar Harmonisasi Kerukunan Umat dan Halalbihalal Dharma Wanita Persatuan (DWP) di Aula Garuda, Senin (6/4/2026). Kegiatan ini dihadiri pengurus dan anggota DWP se-Kalimantan Barat, dengan fokus pada tantangan pengasuhan anak di era digital.
Menurut Ria Norsan, kemajuan teknologi ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi memberikan kemudahan akses informasi, namun di sisi lain juga membuka peluang masuknya konten intoleransi dan radikalisme yang dapat memengaruhi anak-anak.
Karena itu, ia menekankan pentingnya pengawasan penggunaan media sosial oleh orang tua. Pengawasan yang bijak dinilai menjadi kunci agar anak tetap berada pada jalur yang positif, baik dari sisi pendidikan maupun pembentukan karakter.
“Kita ingin anak-anak ke depan memiliki akhlak yang baik, pendidikan yang bagus, serta mampu berbakti kepada orang tua, agama, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Baca Juga : Krisantus: Paskah Momentum Perkuat Persatuan di Kalbar
Dalam kesempatan tersebut, peran ibu juga disoroti sebagai garda terdepan dalam keluarga. Ibu diharapkan tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga pengawas yang peka terhadap perubahan perilaku anak akibat pengaruh dunia digital.
Selain itu, keluarga didorong untuk membangun suasana yang harmonis agar anak merasa aman untuk berbagi cerita. Penanaman nilai moral sejak dini serta edukasi digital juga menjadi hal penting agar anak mampu menyaring informasi yang beredar di internet.
Dengan penguatan peran keluarga, diharapkan Kalimantan Barat mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, dan tangguh menghadapi tantangan era digital.*
