BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Mengawali hari kerja pertama usai libur Idulfitri 1447 Hijriah, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memimpin apel gabungan yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal bersama jajaran aparatur sipil negara (ASN), Senin (30/3/2026).
Dalam suasana hangat penuh kebersamaan, Gubernur Norsan langsung menyoroti isu penting terkait nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemprov Kalbar.
Ia memastikan bahwa tidak ada rencana untuk merumahkan tenaga PPPK. Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen menjaga keberlangsungan tenaga PPPK dengan mengelola anggaran secara cermat.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar tidak sampai merumahkan PPPK. Pengelolaan APBD harus dijaga agar belanja pegawai tetap terkendali,” tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus memberikan kepastian bagi para PPPK di Kalbar yang sempat diliputi kekhawatiran terkait isu pengurangan tenaga.
Selain itu, Gubernur juga menekankan pentingnya kedisiplinan ASN setelah libur panjang. Ia mengingatkan agar tidak ada pegawai yang menambah masa libur tanpa alasan jelas, mengingat pelayanan kepada masyarakat harus kembali berjalan optimal.
Baca Juga : Gubernur Cup 2026 Resmi Dimulai, 69 Tim Ramaikan Turnamen Basket Kalbar
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan melakukan evaluasi kinerja serta inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah unit pelayanan publik. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh layanan telah beroperasi normal sejak hari pertama kerja.
Gubernur Norsan juga mengajak seluruh ASN memanfaatkan momentum Halal Bihalal untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi kerja. Ia menilai kebersamaan antara pimpinan dan pegawai menjadi kunci dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.
“Mari kita jadikan momen ini untuk memperkuat kebersamaan. Dengan semangat baru, kita berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kalimantan Barat,” pungkasnya.*
