BERIKABARNEWS l SAMBAS – Hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang menerjang Desa Setalik, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Kamis (24/9/2026) sore.
Cuaca ekstrem yang terjadi sekitar pukul 15.00 hingga 16.00 WIB tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan.
Angin kencang membuat atap beberapa rumah warga terlepas. Sejumlah bangunan juga rusak setelah tertimpa pohon yang tumbang akibat terjangan angin.
Baca Juga : Pelajar 14 Tahun Tenggelam di Sungai Kapuas Sintang Ditemukan Meninggal
Polres Sambas melalui Polsek Sejangkung langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan mengenai bencana tersebut.
Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo melalui Kasihumas Polres Sambas AKP Sadoko Kasih Wiyono mengatakan, penanganan di lokasi kembali ditingkatkan pada Jumat (25/9/2026) pagi.
Kapolsek Sejangkung IPTU Karyadi Sabhan bersama personel turun langsung untuk melihat kondisi wilayah terdampak sekaligus membantu warga.
“Kapolsek Sejangkung IPTU Karyadi Sabhan bersama personel turun langsung ke lokasi bencana untuk meninjau dampak kerusakan sekaligus membantu warga,” kata AKP Sadoko.
Penanganan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan personel kepolisian, aparat Pemerintah Desa Setalik, dan masyarakat setempat.
Petugas bersama warga membersihkan material bangunan yang rusak serta memotong batang pohon yang tumbang dan menimpa rumah.
Baca Juga : Status Tanggap Darurat Karhutla Mempawah Diperpanjang hingga 6 Oktober
Kerusakan akibat angin kencang dilaporkan terjadi di dua kawasan permukiman, yakni Dusun Sebunga dan Dusun Nelayan.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat juga terdampak. Fasilitas yang mengalami kerusakan di antaranya Posyandu dan Pondok Bersalin Desa (Polindes).
Meski menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan, kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Pemerintah Desa Setalik bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas masih melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian materiil akibat bencana.
Pemerintah desa juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sambas untuk menyalurkan bantuan serta melakukan penanganan darurat bagi warga yang terdampak.*
