BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Memasuki penghujung Maret 2026, kondisi cuaca di Kalimantan Barat menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Berdasarkan prakiraan Selasa (31/3/2026), sebagian besar wilayah akan diguyur hujan, namun di sisi lain potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga meningkat.
Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan turun mulai siang hingga malam hari. Dalam beberapa kondisi, hujan dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang berdurasi singkat yang berpotensi membahayakan aktivitas masyarakat di luar ruangan.
Warga diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama saat cuaca mulai mendung pekat. Menghindari berteduh di bawah pohon serta mewaspadai benda-benda yang mudah roboh menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko.
Baca Juga : Pontianak Diselimuti Asap, Kualitas Udara Memburuk
Di tengah potensi hujan tersebut, muncul kondisi kontras yang juga perlu diperhatikan. Sejumlah wilayah di Kalbar justru berisiko mengalami kekeringan akibat distribusi hujan yang tidak merata. Situasi ini dapat memicu munculnya titik api dan meningkatkan potensi karhutla.
Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan asap atau titik api, warga diminta segera melaporkannya agar dapat ditangani lebih cepat.
Menghadapi cuaca yang dinamis ini, masyarakat disarankan untuk rutin memantau informasi resmi dari BMKG.
Membawa perlengkapan hujan, memastikan kondisi kendaraan, serta menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi dampak cuaca ekstrem.*
