BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Kawasan Bundaran Gaforaya, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dipadati ribuan warga pada Senin (16/2/2026) malam. Di bawah kemegahan Tugu Benteng Mangrove, masyarakat menyaksikan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang berlangsung meriah dan penuh makna.
Atraksi naga dan barongsai yang lincah, ditambah pesta kembang api, menjadikan ruang publik yang baru diresmikan akhir 2025 itu sebagai panggung budaya yang memukau. Namun lebih dari sekadar hiburan, perayaan ini menghadirkan pesan kuat tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa Bundaran Gaforaya merupakan aset publik yang terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa memandang suku maupun agama.
“Tugu Benteng Mangrove ini milik masyarakat. Semua boleh menggunakannya, termasuk malam ini saat saudara-saudara kita warga Tionghoa merayakan Imlek,” ujarnya disambut antusias warga.
Momentum Imlek tahun ini juga berdekatan dengan menyongsong bulan suci Ramadan. Menurut Sujiwo, hal tersebut menjadi simbol kuat toleransi dan kolaborasi antarumat beragama di Kalimantan Barat. Ia menekankan bahwa persatuan merupakan modal utama dalam pembangunan daerah.
Baca Juga : Pawai Obor Desa Kedukul Meriahkan Sambut Ramadan 1447 H
Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, turut mengajak masyarakat menjaga harmoni. Ia menyebut, di Kubu Raya terdapat sedikitnya 17 etnis yang tergabung dalam Paguyuban Merah Putih, sementara di tingkat provinsi mencapai 24 etnis.
“Tidak ada etnis yang lebih baik dari yang lain. Semua suku itu baik. Keberagaman adalah kekuatan sosial kita,” tegasnya.
Ia berharap perayaan Imlek di Bundaran Gaforaya dapat menjadi agenda tahunan, sekaligus memperkuat identitas kawasan yang mengusung ikon mangrove sebagai ciri khas Kubu Raya.
Mengakhiri sambutannya, Sukiryanto menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili kepada warga Tionghoa. Ia berharap tahun baru membawa keberkahan, kesehatan, dan kemajuan ekonomi bagi masyarakat.
Perayaan berlangsung aman dan tertib hingga selesai, meninggalkan pesan kuat bahwa di bawah naungan Tugu Benteng Mangrove, perbedaan menjadi kekuatan yang menyatukan warga Kubu Raya.*
Sumber :
Prokopim KKR
