BERIKABARNEWS l SINGKAWANG – Pemerintah Kota Singkawang bersiap menyambut momentum istimewa pada 2026 dengan menyatukan perayaan Imlek, Cap Go Meh, dan Ramadhan Fair dalam satu harmoni penataan kota. Karena waktu pelaksanaan ketiga agenda besar tersebut berdekatan, Pemkot Singkawang menaruh perhatian khusus pada konsep estetika kota yang inklusif serta mencerminkan keberagaman dan toleransi masyarakat.
Persiapan kali ini tidak hanya menitikberatkan pada kemeriahan acara, tetapi juga pada penataan ruang publik yang mampu merepresentasikan kohesi sosial. Singkawang yang dikenal sebagai kota multikultural diharapkan menampilkan wajah kota yang ramah, seimbang, dan saling melengkapi antarperayaan.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengatakan pemerintah saat ini masih menunggu pemaparan konsep dekorasi dari masing-masing panitia penyelenggara. Konsep tersebut akan menjadi dasar bagi Pemkot dalam menyesuaikan penataan kota agar identitas setiap perayaan tetap terjaga.
“Karena waktunya hampir bersamaan, kami ingin hiasan kota yang bisa saling melengkapi. Pemerintah menunggu pemaparan desain dari panitia agar karakter Imlek, Cap Go Meh, dan Ramadhan tetap kuat tanpa saling meniadakan,” ujar Tjhai Chui Mie, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, langkah ini penting agar simbol-simbol perayaan Imlek dan Cap Go Meh dapat berpadu secara visual dengan nuansa menyambut bulan suci Ramadan di ruang publik. Dengan penataan yang tepat, suasana kota diharapkan tetap harmonis dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dukungan Pemerintah dan Promosi Nasional
Pemkot Singkawang juga menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026. Dukungan tersebut meliputi fasilitasi koordinasi lintas sektor hingga pendampingan dalam penguatan promosi kegiatan.
Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah mendampingi panitia dalam pengajuan proposal ke Kementerian Pariwisata guna memperkuat Festival Imlek dan Cap Go Meh Singkawang sebagai agenda unggulan dalam kalender pariwisata nasional.
“Pemerintah tidak mengambil alih teknis pelaksanaan acara, tetapi kami siap membantu jika dibutuhkan, baik dalam hal koordinasi maupun dukungan pendanaan,” tegasnya.
Baca Juga : Wali Kota Singkawang Buka Rakerda X PKK 2026, Fokus Ketahanan Keluarga
Tjhai Chui Mie berharap kolaborasi antarpanitia dapat menghasilkan konsep penataan kota yang unik dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Setelah pemaparan desain dilakukan, seluruh persiapan diharapkan segera dimatangkan.
Dengan perencanaan yang matang, Singkawang tidak hanya ditargetkan menarik wisatawan melalui kemeriahan festival, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang toleransi, persaudaraan, dan harmoni di tengah keberagaman.
“Kami ingin wajah kota saat itu benar-benar mencerminkan semangat kebersamaan dan persaudaraan yang menjadi jati diri Singkawang,” pungkasnya. (ing)
Sumber :
MC Singkawang
