Inflasi Pontianak Terendah di Kalbar, Pemkot Pastikan Harga Tetap Terkendali

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama Forkopimda Kota Pontianak berfoto bersama usai HLM TPID.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak terus menunjukkan kinerja positif dalam menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi. Berdasarkan hasil High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak, Senin (9/2/2026), inflasi tahunan (year on year) Kota Pontianak pada Januari 2026 tercatat sebesar 2,74 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di level 3,55 persen.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan, secara bulanan (month on month) inflasi dari Desember 2025 ke Januari 2026 hanya sebesar 0,07 persen. Capaian tersebut dinilai sangat rendah dan masih berada dalam rentang sasaran pengendalian inflasi, yakni 0,5 hingga 2,5 persen.

“Secara umum, inflasi Kota Pontianak menjadi yang terendah di Kalimantan Barat, bahkan lebih rendah dari rata-rata nasional. Ini menunjukkan upaya pengendalian inflasi berjalan cukup baik,” ujarnya usai rapat TPID.

Menurut Edi, tekanan inflasi nasional saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh pencabutan subsidi tarif listrik serta kenaikan harga sejumlah komoditas nonpangan seperti emas. Sementara itu, kondisi kebutuhan pokok di Kota Pontianak relatif stabil.

Ia mengakui terdapat kenaikan tipis pada beberapa komoditas pangan, seperti ayam ras. Namun, hal tersebut lebih dipengaruhi faktor psikologis masyarakat menjelang Ramadan dan Imlek, bukan karena keterbatasan pasokan.

“Stok bahan pokok aman dan harga masih terkendali,” jelasnya.

Baca Juga : Lampion dan Ketupat Beriringan, Pontianak Rayakan Imlek dan Ramadan Penuh Toleransi

Untuk menjaga kondisi tersebut, TPID Kota Pontianak bersama instansi terkait, seperti Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), Pertamina, dan Bulog, terus melakukan pemantauan langsung ke lapangan. Langkah ini dilakukan guna memastikan distribusi berjalan lancar serta ketersediaan barang kebutuhan masyarakat tetap terjaga.

Edi juga mengingatkan potensi kenaikan harga pada Februari 2026, terutama dari sektor transportasi udara. Hal ini seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang musim mudik serta kedatangan tamu pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh.

“Kita tetap waspada, terutama pada komponen yang sensitif seperti tiket pesawat. Namun secara keseluruhan, inflasi Kota Pontianak masih dalam kondisi sangat terkendali,” pungkasnya.*

Polnep Terapkan Sistem Otomasi Hemat Energi di Masjid Al-Mukhlisin Singkawang

BERIKABARNEWS l SINGKAWANG – Politeknik Negeri Pontianak (Polnep)...

Tim Politeknik Negeri Pontianak memasang sistem otomasi listrik hemat energi di Masjid Al-Mukhlisin, Singkawang Selatan.

Wako Edi: 72 Persen Pelaku UMKM di Pontianak Perempuan, Jadi Penopang Ekonomi Kota

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membuka Rakercab II IWAPI Kota Pontianak dan mengajak pengusaha perempuan memperkuat peran UMKM dalam perekonomian kota.

Eco Enzyme Tingkatkan Kualitas Air Parit, Wako Edi Ajak Pelajar Peduli Lingkungan

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemanfaatan eco enzyme yang...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyemprotkan cairan eco enzyme ke parit Jalan HOS Cokroaminoto.

Usaha Laundry di Pontianak Dilarang Gunakan LPG 3 Kg Bersubsidi

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak...

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan membuka sosialisasi Surat Edaran Wali Kota Pontianak Nomor 25 Tahun 2026 tentang larangan pengunaan LPG Tabung 3kg Bersubsidi.

Kebakaran Gegerkan Kawasan Jalan Ahmad Yani Pontianak

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kebakaran menggegerkan kawasan Jalan...

kebakaran di kawasan Jalan Ahmad Yani dekat deretan Polda Kalimantan Barat, Pontianak.

Pameran Flora Fauna Jadi Penggerak Ekonomi Lokal Pontianak

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mencicipi durian di Pameran Flora dan Fauna.

berita terkini