BERIKABARNEWS l – Apple berkomitmen menggunakan material yang lebih ramah lingkungan sekaligus memperkuat industri manufaktur Amerika Serikat. Perusahaan teknologi tersebut mengumumkan rencana pembelian titanium senilai hingga US$100 juta atau sekitar Rp1,5 triliun dari Perryman Company selama tiga tahun ke depan.
Kerja sama ini menjadi bagian dari American Manufacturing Program, inisiatif Apple untuk memperluas rantai pasok dan meningkatkan produksi di Amerika Serikat.
Titanium yang dipasok Perryman Company akan digunakan untuk sejumlah produk Apple mendatang, termasuk perangkat ponsel lipat pertamanya yang disebut iPhone Duo.
Baca Juga : Anthropic Usulkan RUU Keamanan AI untuk Perketat Pengawasan
Apple menetapkan persyaratan lingkungan dalam kerja sama tersebut. Material titanium yang diproduksi Perryman Company harus mengandung sedikitnya 80 persen bahan daur ulang.
Proses peleburan, penempaan, hingga pengerolan titanium akan dilakukan di fasilitas Perryman Company di Houston, Pennsylvania.
Penggunaan titanium daur ulang ini menjadi bagian dari upaya Apple mengurangi jejak karbon dalam rantai produksi perangkat terbarunya. Di sisi lain, perusahaan tetap menargetkan kualitas dan daya tahan material untuk produk unggulannya.
Selain menjalin kerja sama pasokan titanium, Apple memperluas kemitraan dengan Qnity Electronics yang berbasis di Delaware. Perusahaan tersebut akan memproduksi lapisan film khusus untuk sistem kamera variable-aperture atau bukaan variabel yang direncanakan hadir pada iPhone 18 Pro.
Apple menyebut hampir 100 komponen utama untuk iPhone Duo dan iPhone 18 Pro akan diproduksi perusahaan-perusahaan lokal yang tersebar di belasan negara bagian di Amerika Serikat.
Baca Juga : AI Claude Kirim Laporan Pembunuhan Palsu ke Situs Polisi AS
Pengadaan titanium dari Perryman Company sejalan dengan strategi Apple memperkuat industri manufaktur domestik melalui American Manufacturing Program.
Program tersebut merupakan bagian dari komitmen investasi jangka panjang Apple senilai total US$600 miliar selama empat tahun untuk mendorong pertumbuhan sektor manufaktur di Amerika Serikat.
Sejumlah fasilitas industri turut mendukung produksi perangkat Apple pada 2026.
Pabrik TSMC di Arizona diproyeksikan memproduksi lebih dari 100 juta unit chip untuk Apple sepanjang tahun ini. Sementara itu, fasilitas Corning di Kentucky ditargetkan memproduksi seluruh kaca pelindung (cover glass) untuk iPhone dan Apple Watch yang dipasarkan secara global hingga akhir tahun.
Apple juga mengembangkan fasilitas Advanced Manufacturing Center di Houston, Texas. Fasilitas yang diresmikan pada Agustus lalu tersebut difokuskan untuk merakit server kecerdasan buatan (AI) dan mulai memproduksi perangkat Mac mini pada 2026.
Melalui penggunaan material daur ulang dan peningkatan keterlibatan pemasok lokal, Apple berupaya menyelaraskan target keberlanjutan lingkungan dengan penguatan rantai pasok serta industri manufaktur di Amerika Serikat.*
Sumber :
Reuters
