BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wilayah Kalimantan Barat diperkirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Selasa (17/3/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Hujan tidak hanya turun di satu wilayah, tetapi diprediksi terjadi secara bertahap sebelum meluas ke banyak daerah. Selain intensitas tinggi, kondisi ini juga berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang berdurasi singkat, terutama pada siang hingga sore hari.
Pada fase awal, hujan lebat terpantau di beberapa wilayah seperti Toho, Segedong, dan Anjongan di Kabupaten Mempawah. Di wilayah lain, Kecamatan Kayan Hulu di Kabupaten Sintang juga menjadi salah satu titik awal. Sementara di Kabupaten Kubu Raya, hujan diperkirakan mengguyur Batu Ampar, Kubu, dan Teluk Pakedai.
Di Pontianak, peningkatan intensitas hujan mulai terasa di Pontianak Barat dan sekitarnya sebelum meluas ke wilayah lain seperti Pontianak Selatan, Timur, Utara, Kota, hingga Tenggara.
Seiring perkembangan cuaca, hujan diprediksi meluas ke berbagai daerah lain di Kalbar. Wilayah sekitar Pontianak seperti Sungai Raya, Rasau Jaya, dan Sungai Kakap juga berpotensi terdampak. Di bagian lain, hujan diperkirakan terjadi di Kabupaten Landak dan Bengkayang, termasuk Menjalin, Mandor, Sengah Temila, Ledo, hingga Lumar.
Baca Juga : Pemprov Kalbar Perketat Pengendalian Inflasi Jelang Ramadan dan Idulfitri
Selain itu, wilayah Kabupaten Sintang dan Melawi seperti Sintang Kota, Sepauk, Kayan Hilir, Nanga Pinoh, Ella Hilir, hingga Menukung juga masuk dalam potensi hujan. Daerah pesisir seperti Kabupaten Sambas dan Kota Singkawang turut berpotensi diguyur hujan, termasuk Sambas, Tebas, Galing, dan Singkawang Timur.
BMKG mengingatkan bahwa hujan lebat yang disertai angin kencang dapat meningkatkan risiko genangan air, banjir, serta pohon tumbang. Masyarakat diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama menghindari berteduh di bawah pohon besar atau bangunan yang tidak kokoh.
Bagi pengendara, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan karena jarak pandang dapat berkurang saat hujan deras, serta adanya potensi genangan di sejumlah ruas jalan.
Untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang dinamis, masyarakat disarankan terus memantau informasi resmi dari BMKG agar dapat mengambil langkah antisipasi lebih dini.*
