Latihan Militer AS-Korsel Dipangkas, Korut Tetap Sebut Provokatif

Latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan dalam Ulchi Freedom Shield. (Foto: x.com/SavunmaTR)

BERIKABARNEWS l SEOUL – Korea Utara tetap mengecam latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan meski durasi serta skala kegiatan tersebut telah dikurangi. Pyongyang menilai perubahan format tidak menghilangkan sifat latihan yang dianggap provokatif dan mengancam keamanan kawasan.

Pernyataan itu disampaikan Kim Yo Jong, saudari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Menurutnya, pengurangan skala latihan tidak mengubah karakter agresif kerja sama militer kedua negara sekutu tersebut.

Latihan militer gabungan Ulchi Freedom Shield dimulai pada 17 Agustus 2026. Kegiatan yang semula dijadwalkan berlangsung selama 11 hari hingga 27 Agustus itu kemudian dipangkas menjadi lima hari dan berakhir pada 21 Agustus.

Baca Juga : Klaim Israel Dipertanyakan, Penembakan 15 Petugas Medis di Rafah Diselidiki

Pengurangan durasi tersebut dilakukan atas perintah Presiden AS Donald Trump. Keputusan itu disebut bertujuan menjaga hubungan baik dengan Kim Jong Un sekaligus membuka peluang kelanjutan jalur diplomasi.

Penyesuaian latihan mencakup pembatalan fase kedua berupa skenario serangan balasan setelah fase pertahanan. Sejumlah latihan manuver lapangan berskala besar juga dikurangi, dialihkan menjadi simulasi, atau dibatalkan.

Dengan format yang lebih terbatas, latihan difokuskan pada pemeliharaan kesiapan dasar tanpa melaksanakan seluruh skenario tempur skala penuh.

Baca Juga : Trump Unggah Peta Selat Hormuz sebagai Wilayah AS, Iran Menolak

Meski tetap melontarkan kritik terhadap latihan gabungan AS-Korea Selatan, respons Korea Utara dinilai masih membuka ruang bagi diplomasi.

Kim Yo Jong mengatakan dirinya tidak mengetahui adanya komunikasi resmi terbaru antara Washington dan Pyongyang. Namun, ia menyebut hubungan personal antara Kim Jong Un dan Donald Trump masih terjalin baik.

Langkah Trump memangkas latihan militer tersebut dinilai sebagai upaya menjaga peluang pertemuan langsung dengan Kim Jong Un. Pertemuan itu disebut ditargetkan dapat berlangsung pada akhir 2026.*

Kabut Asap Lintas Negara, Timor Leste Liburkan Sekolah

BERIKABARNEWS l – Kabut asap akibat kebakaran hutan...

Kabut asap akibat karhutla Indonesia menyebabkan polusi udara di Dili, Timor Leste, hingga pemerintah meliburkan sekolah selama tiga hari. (Foto: x.com/NaraSenyap)

Drone Ukraina Serang Pusat Data Terbesar Rusia, AI Terancam

BERIKABARNEWS l MOSKOW – Serangan drone Ukraina menghantam...

Serangan drone Ukraina terhadap pusat data Sberbank di Balakovo, Rusia, yang menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) Moskow. (foto: x.com/gollge)

Banjir Bandang Nepal, 321 Orang Dievakuasi dan Pendaki Terjebak

BERIKABARNEWS l KATHMANDU – Banjir bandang menerjang wilayah...

Banjir bandang di Nepal tengah akibat longsor yang membendung Sungai Budhi Gandaki merusak jembatan dan memutus jalur pendakian Manaslu. (foto: x.com/NirmalPrasai5)

Arab Saudi Siaga Usai Serangan Berulang di Bandara Riyadh

BERIKABARNEWS l RIYADH – Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan...

Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menjadi sasaran serangan proyektil di tengah meningkatnya ketegangan keamanan akibat serangan Houthi. (Foto: x.com/AlArabiya_Eng)

Singapura Tawarkan Bantuan Atasi Karhutla Indonesia

BERIKABARNEWS l SINGAPURA – Pemerintah Singapura menyatakan siap...

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia berdampak pada kualitas udara Singapura, sehingga pemerintah setempat menawarkan bantuan untuk mendukung penanganan karhutla. (Foto: x.com/JPEIR0)

Iran Ajukan 7 Syarat kepada AS, Selat Hormuz Belum Dibuka

BERIKABARNEWS l – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri...

Selat Hormuz menjadi pusat ketegangan Iran dan Amerika Serikat terkait tuntutan pembukaan jalur pelayaran strategis. (Foto: x.com/OilHeadlineNews)

berita terkini