BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Kubu Raya Tahun 2027 resmi rampung pada Kamis (2/4/2026). Forum ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah pembangunan daerah yang lebih mandiri dan efisien.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam, menyampaikan bahwa seluruh program yang disepakati telah diselaraskan dengan visi-misi kepala daerah serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Menurutnya, salah satu fokus utama ke depan adalah meningkatkan kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat ini, kontribusi PAD terhadap APBD masih berada di kisaran 13 persen.
“Kita menargetkan kemandirian fiskal bisa meningkat hingga 25 persen pada 2027. Ini akan memperkuat kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan,” ujarnya.
Selain peningkatan pendapatan, pemerintah daerah juga melakukan langkah efisiensi pada sisi belanja, khususnya belanja pegawai. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
Yusran menjelaskan, saat ini porsi belanja pegawai masih sekitar 32 persen dan ditargetkan turun di bawah 30 persen. Salah satu strategi yang ditempuh adalah pembatasan penerimaan aparatur baru melalui kebijakan zero growth.
“Formasi penerimaan ASN akan disesuaikan agar belanja pegawai tetap terkendali,” jelasnya.
Baca Juga : Genjot PAD, Sujiwo Satukan Perumda dan Bidik Investor Malaysia
Di sisi lain, efisiensi anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat belanja modal. Pemerintah menargetkan porsi belanja modal tetap berada minimal 30 persen agar pembangunan infrastruktur dan layanan publik dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pemkab Kubu Raya juga akan mengoptimalkan struktur anggaran dengan mengalihkan sebagian belanja barang dan jasa menjadi belanja modal yang lebih produktif.
Dengan selesainya Musrenbang RKPD 2027, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya optimistis mampu menghadirkan perencanaan pembangunan yang lebih terarah, efisien, dan berdampak nyata bagi masyarakat.*
