BERIKABARNEWS l SUKADANA – Pemerintah Kabupaten Kayong Utara terus menunjukkan komitmen dalam memperluas akses energi bagi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan dan terpencil. Bupati Kayong Utara Romi Wijaya memimpin langsung pertemuan strategis bersama jajaran PT PLN (Persero) UP3 Ketapang dan ULP Sukadana untuk membahas pengembangan sistem kelistrikan daerah.
Pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Bupati Kayong Utara, Kecamatan Sukadana, Senin (5/1/2026), ini menitikberatkan pada upaya menghadirkan infrastruktur kelistrikan yang andal sebagai penopang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menyerahkan data hasil survei lapangan kepada pihak PLN. Data tersebut memuat sejumlah wilayah yang hingga kini belum terjangkau jaringan listrik secara optimal.
Beberapa desa dan dusun di Kecamatan Simpang Hilir, Teluk Batang, dan Seponti menjadi prioritas utama pengembangan jaringan.
Langkah ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap Instruksi Presiden tentang percepatan Program Listrik Desa (Lisdes), dengan target seluruh desa di Indonesia telah menikmati akses listrik penuh paling lambat pada 2030.
Bupati Romi Wijaya mengakui, meski program ini mendapat dukungan luas, masih terdapat tantangan di lapangan. Salah satunya adalah adanya keberatan sebagian kecil warga terhadap pemasangan tiang listrik di lahan milik mereka.
Menurut Romi, kendala tersebut umumnya dipicu oleh kurangnya pemahaman masyarakat terkait mekanisme perizinan serta kompensasi yang berlaku.
“Kami sangat mendukung program ini karena pada prinsipnya pembangunan listrik adalah untuk kepentingan rakyat. Namun, koordinasi dan komunikasi di lapangan harus terus diperkuat, terutama dalam hal sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Romi usai mendengarkan paparan dari pihak PLN UP3 Ketapang.
Baca Juga : Apel Perdana 2026, ASN Sambas Diminta Perkuat Disiplin Kerja
Ia menegaskan, kehadiran listrik bukan sekadar penerangan, tetapi menjadi kunci penggerak ekonomi desa, peningkatan kualitas pendidikan, hingga layanan kesehatan. Karena itu, Romi meminta seluruh pihak terkait untuk melakukan sosialisasi secara masif dan persuasif agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Masyarakat perlu memahami manfaat besar dari kehadiran listrik. Ini akan membawa perubahan nyata bagi kehidupan sehari-hari. Hambatan di lapangan harus diselesaikan dengan pendekatan kekeluargaan dan musyawarah,” tambahnya.
Melalui sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dan PLN, diharapkan pembangunan jaringan listrik dapat segera menjangkau dusun-dusun terpencil, sehingga pemerataan energi dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan. (ing)
Sumber :
MC KKU
