BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mematangkan persiapan pelaksanaan sejumlah agenda strategis yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat identitas wilayah. Tiga agenda utama yang akan dilaksanakan meliputi pencanangan Pusat Kuliner Kalimantan Barat, peresmian Tugu Mangrove dan Bundaran GAFORAYA, serta malam puncak penggalangan dana kemanusiaan untuk korban bencana Aceh–Sumatra.
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penggerak utama ekonomi lokal.
Menurut Sujiwo, kawasan Sungai Raya Dalam (Serdam) dipilih sebagai Pusat Kuliner Kalimantan Barat karena telah berkembang secara alami menjadi sentra kuliner masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, hadir untuk melakukan penataan agar kawasan tersebut lebih tertib, nyaman, dan representatif.
“Serdam sudah tumbuh sebagai pusat kuliner. Tugas pemerintah adalah menata, memperindah, dan memastikan kawasan ini tidak menimbulkan kemacetan serta nyaman bagi masyarakat,” ujar Sujiwo saat rapat koordinasi persiapan kegiatan, Jumat (19/12/2025).
Penataan kawasan Serdam akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kenyamanan publik.
Pemerintah daerah menyiapkan perbaikan pedestrian, penyediaan titik-titik kuliner terkurasi, bantuan sarana usaha berupa tenda dan gerobak, serta pengaturan kantong parkir untuk mendukung kelancaran lalu lintas.
Baca Juga : Optimalisasi Transmigrasi Patriot, KSP Kunjungi Kubu Raya
Ikon Baru: Tugu Mangrove dan Bundaran GAFORAYA
Selain penguatan sektor kuliner, Pemkab Kubu Raya juga akan meresmikan Tugu Mangrove dan Bundaran GAFORAYA sebagai ikon baru daerah.
Tugu Mangrove dibangun sebagai simbol identitas Kubu Raya sebagai wilayah pesisir sekaligus pengingat pentingnya menjaga kelestarian ekosistem mangrove.
“Tugu Mangrove menjadi pesan moral tentang pentingnya menjaga lingkungan pesisir dan hutan mangrove sebagai pelindung alami dari abrasi,” tambah Sujiwo. Kehadiran ikon tersebut diharapkan mampu mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata.
Di sisi lain, kepedulian sosial juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut. Hingga saat ini, penggalangan dana kemanusiaan bagi korban bencana Aceh–Sumatra yang dihimpun dari aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Kubu Raya telah mencapai Rp192,8 juta dan diperkirakan masih akan bertambah.
Seluruh rangkaian kegiatan akan dikawal dengan pengaturan lalu lintas dan koordinasi lintas sektor agar berjalan aman dan lancar.
Pemkab Kubu Raya optimistis, sinergi antara penataan kawasan kuliner, pembangunan ikon daerah, dan aksi kemanusiaan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.*
Sumber :
MC Kubu Raya/InfoPublik.id
