BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Bank Kalbar dan sejumlah mitra meluncurkan program Kredit Usaha Mikro Peduli (KUM Peduli) untuk memperluas akses pembiayaan terjangkau bagi pelaku usaha mikro. Program ini diharapkan menjadi solusi bagi UMKM agar tidak bergantung pada pinjaman dari rentenir.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menghadiri peresmian program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) KUM Peduli di Hotel Mercure Pontianak, Senin (19/10/2026). Program pembiayaan bersubsidi tersebut diluncurkan secara resmi oleh Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman.
Program KUM Peduli merupakan hasil kolaborasi Pemprov Kalbar, Bank Kalbar, Jamkrida Kalbar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta sejumlah mitra terkait. Inisiatif ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha mikro memperoleh modal dengan biaya yang lebih terjangkau sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap rentenir.
Baca Juga : Krisantus Kurniawan Dorong INKANAS Kalbar Cetak Karateka Berprestasi
Pemprov Kalbar menilai akses permodalan yang mudah dan terjangkau menjadi salah satu faktor penting bagi UMKM untuk mengembangkan usaha serta meningkatkan kesejahteraan.
Krisantus menegaskan, penyaluran pembiayaan melalui program tersebut harus dilakukan secara transparan, tepat sasaran, cepat, dan akuntabel.
“Seluruh kerja sama ini dilandasi prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance, agar beban pengusaha mikro berkurang secara nyata,” tegas Krisantus Kurniawan.
Selain membantu kebutuhan modal usaha kecil, program KUM Peduli juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan UMKM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk di Kota Singkawang.
Baca Juga : Pesparani Katolik Kalbar Dibuka, Perkuat Iman dan Toleransi
Pemerintah daerah berharap skema pembiayaan ini dapat menerapkan penilaian kelayakan usaha secara objektif, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengembalikan pinjaman.
Melalui kerja sama pemerintah, sektor perbankan, dan dunia usaha, UMKM di Kalimantan Barat diharapkan semakin mandiri serta mampu meningkatkan daya saing.
Penguatan akses pembiayaan bagi usaha mikro ini juga diharapkan dapat mendorong perkembangan ekonomi lokal dan memperluas peluang usaha masyarakat di Kalimantan Barat.*
