BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Polemik penilaian pada Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 terus menjadi sorotan publik. Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson meminta adanya transparansi dan profesionalitas dari dewan juri menyusul munculnya protes terkait hasil perlombaan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Harisson setelah ramai perbincangan di media sosial mengenai dugaan ketidakkonsistenan penilaian pada babak final LCC 4 Pilar yang digelar Sabtu (9/5/2026). Salah satu sekolah yang menjadi perhatian publik adalah SMA Negeri 1 Pontianak atau Smansa Pontianak.
Menurut Harisson, dewan juri pada kompetisi tingkat provinsi seharusnya memiliki pemahaman materi yang kuat agar dapat memberikan penilaian secara objektif dan adil kepada seluruh peserta.
“Juri itu terkesan tidak paham dengan materi yang ditanyakan. Sehingga dia harus baca jawaban yang ada di tab-nya, lalu berusaha menyandingkan dengan jawaban anak-anak ini. Makanya jadi gagal paham,” ujarnya yang dikutip dari Pontianak Post, Senin (11/5/2026).
Ia menilai transparansi dalam proses penilaian menjadi hal penting, terlebih LCC 4 Pilar mengangkat materi kebangsaan seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika yang sarat nilai kejujuran dan keadilan.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Ajak IKAMA Jaga Persatuan dan Harmoni Kalbar
Selain menyoroti aspek teknis penilaian, Harisson juga mengaku melihat adanya keraguan dari ekspresi dan bahasa tubuh dewan juri saat mengambil keputusan terhadap jawaban peserta.
Menurutnya, polemik yang berkembang jangan sampai meninggalkan rasa kecewa dan ketidakadilan bagi siswa yang telah berjuang dalam kompetisi tersebut.
“Saya minta ada rasa keadilan yang harus diterima oleh anak-anak Smansa. Jangan biarkan rasa ketidakadilan itu membekas di diri mereka,” tegasnya.
LCC 4 Pilar Kalbar 2026 sebelumnya dibuka oleh Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid dan diikuti sembilan sekolah unggulan hasil seleksi tingkat kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat.
Baca Juga : Gema Membangun Desa Hadir di Mempawah, Warga Nikmati Layanan Gratis
Dalam hasil akhir perlombaan, SMA Negeri 1 Sambas berhasil meraih juara pertama dan akan mewakili Kalbar pada tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung Agustus mendatang. Sementara SMA Negeri 1 Pontianak menempati posisi kedua dan SMA Negeri 1 Sanggau berada di posisi ketiga.
Namun hasil tersebut memicu perdebatan setelah beredar video yang memperlihatkan dugaan perbedaan standar penilaian terhadap jawaban peserta. Sejumlah pihak menilai terdapat ketidakkonsistenan dalam menentukan jawaban benar maupun salah.
Selain itu, muncul informasi bahwa Dinas Pendidikan Kalbar meminta pihak sekolah mengajukan peninjauan ulang atau protes resmi sebagai langkah menjaga transparansi dan objektivitas hasil perlombaan.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu tindak lanjut dari panitia penyelenggara terkait polemik penilaian LCC 4 Pilar yang menjadi perhatian luas di Kalimantan Barat. (ndo)
