BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pertamina Patra Niaga bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pontianak dan Kementerian Perdagangan melakukan pengawasan rutin di SPBU Paris 2. Kegiatan ini bertujuan memastikan ketepatan takaran bahan bakar minyak (BBM) dan perlindungan konsumen, Senin (2/3/2026).
Hasil uji takar menunjukkan volume BBM yang disalurkan sesuai batas toleransi yang diizinkan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak, Amirullah, menjelaskan pengujian dilakukan menggunakan bejana ukur 20 liter, dengan batas kesalahan yang diperbolehkan sebesar 0,5 persen. Hasil dua kali pengujian berada di bawah ambang tersebut.
“Artinya BBM yang diterima pelanggan sesuai dengan takaran yang dibayarkan. Dari sisi jumlah, masyarakat dapat dipastikan aman dan terlindungi,” ujarnya.
ekda menegaskan pengawasan dilakukan secara rutin melalui koordinasi antarinstansi sebagai bentuk perlindungan konsumen. Jika ditemukan ketidaksesuaian, pemerintah akan menelusuri penyebabnya sebelum menjatuhkan sanksi, mulai dari surat peringatan hingga penutupan izin apabila terbukti pelanggaran serius.
Sales Branch Manager Kalbar Fuel 1 Pertamina Patra Niaga, Irsan Firdaus Gasani, menyambut baik pengawasan yang dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi ini menunjukkan keterbukaan dan sinergi antara Pertamina dan pemerintah dalam menjaga hak konsumen.
“Kami menanggapi pengawasan ini dengan terbuka. Justru ini menunjukkan kolaborasi yang baik antara Pertamina dan pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat menerima yang seharusnya mereka terima,” kata Irsan.
Baca Juga : Operasi Pasar Murah Pontianak Bantu Warga Sambut Idulfitri dengan Harga Terjangkau
Dari sisi internal, Pertamina juga menerapkan standar operasional prosedur (SOP) pengawasan rutin terhadap takaran dan kualitas BBM. Sistem digitalisasi telah diterapkan untuk memantau stok secara real time.
“Di setiap SPBU ada ruang monitoring. Stok BBM dipantau secara online dan terdigitalisasi. Jika ada stok yang mulai menipis, sistem langsung memberikan notifikasi dan segera dilakukan pengiriman dari depot,” jelasnya.
Untuk menghadapi lonjakan mobilitas menjelang dan setelah Lebaran, Pertamina Patra Niaga telah mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) sejak 27 Februari hingga H+7 Idul Fitri. Satgas ini bertugas memastikan ketersediaan BBM di seluruh SPBU Kota Pontianak tetap aman.
“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu panik. Insya Allah stok BBM di seluruh SPBU Kota Pontianak akan selalu terjaga dan tersedia,” tegas Irsan.
Dengan pengawasan terpadu dari pemerintah dan sistem monitoring digital dari Pertamina, masyarakat diharapkan merasa aman dan nyaman saat mengisi BBM, terutama di tengah lonjakan kebutuhan menjelang Hari Raya.*
