BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pontianak menerima kunjungan kerja TP PKK Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dalam rangka kegiatan monitoring dan evaluasi (monev), Senin (1/12/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk mempercepat sinkronisasi program kerja sekaligus meninjau pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di Kota Pontianak.
Ketua TP PKK Provinsi Kalbar, Erlina Ria Norsan, menegaskan bahwa monev bukanlah kegiatan untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai langkah strategis memperbaiki, menyelaraskan, dan memperkuat pelaksanaan program di daerah.
“Monitoring dan evaluasi hari ini sangat penting. Kami ingin meninjau langsung pelaksanaan program PKK serta mengevaluasi progres yang telah berjalan. Ini dilakukan untuk perbaikan dan sinkronisasi program,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh Ketua PKK kabupaten/kota, termasuk Pontianak, untuk melaporkan capaian 100 hari kerja sebagai bagian dari percepatan pembangunan daerah. Erlina mengungkapkan bahwa seluruh kabupaten/kota di Kalbar telah melaksanakan program tersebut dan bahkan menghadirkan beragam inovasi sebagai bentuk komitmen.
Erlina menyampaikan apresiasi kepada PKK Kota Pontianak yang dinilainya berhasil menjalankan program secara inovatif dan terukur, mulai dari bidang pendidikan, posyandu, pemberdayaan ekonomi keluarga, penurunan stunting, gerakan makan ikan bersama, hingga peningkatan cakupan imunisasi nasional.
Sebagai Bunda PAUD Provinsi Kalbar, ia menyoroti pentingnya kerja sama dengan Dinas Pendidikan, OPD, dan pihak swasta untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD nonformal. Ia menargetkan pada tahun 2026 tidak ada lagi guru PAUD yang belum bersertifikasi, melalui dukungan anggaran maupun CSR.
Ketua TP PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Kamtono, menyatakan bahwa kegiatan monev menjadi kesempatan penting untuk menyampaikan capaian, tantangan, dan langkah penyempurnaan terhadap seluruh program yang telah dijalankan.
“PKK Kota Pontianak menjalankan program secara terstruktur, terukur dan terintegrasi dari tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan,” jelasnya.
Yanieta menjelaskan bahwa penyusunan Program 100 Hari Kerja dan Program Kerja Tahun 2025 telah diselesaikan lebih awal sebagai dasar penetapan sasaran serta strategi pelaksanaan kegiatan.
Memasuki akhir tahun, PKK Kota Pontianak terus berupaya menuntaskan seluruh program prioritas meski waktu tersisa satu bulan.
“Setiap kegiatan harus tetap mengedepankan ketepatan sasaran, efektivitas, dan keberlanjutan,” ujarnya.
Baca Juga : Kabupaten Balangan Studi Tiru Implementasi WBK–WBBM di RSUD Kota Pontianak
Capaian Inovasi Setiap Pokja PKK Kota Pontianak
Yanieta menyampaikan bahwa seluruh Pokja telah menunjukkan progres signifikan melalui capaian dan inovasi program.
Pokja I yang membidangi Penghayatan dan Pengamalan Pancasila serta Gotong Royong, telah melaksanakan kegiatan 100 persen dan menghadirkan inovasi Sepeda PKK dan Gema Digital Pokja I untuk memperkuat integrasi kegiatan PKK dari tingkat kota hingga kelurahan.
Pokja II yang fokus pada pendidikan, keterampilan, dan kehidupan berkoperasi, mencatat capaian sekitar 95 persen dan tengah menyelesaikan dua kegiatan akhir tahun. Inovasi unggulannya adalah UP2K CERDIK, program peningkatan digital marketing bagi anggota UP2K untuk memperkuat branding dan pendapatan keluarga.
Pokja III yang bergerak dalam bidang pangan, sandang, perumahan, serta tata laksana rumah tangga, mencatat capaian sekitar 95 persen. Inovasi PROSPEK dikembangkan untuk meningkatkan konsumsi pangan lokal dan memperkuat petani serta UMKM melalui promosi dan edukasi berkelanjutan.
Pokja IV yang menangani kesehatan, lingkungan hidup, dan perencanaan sehat, berhasil melaksanakan program 100 persen dan meluncurkan inovasi BESTI PKK (Bebas TBC Bersama PKK) sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan TBC di Kota Pontianak.
Yanieta menegaskan bahwa seluruh inovasi tersebut akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi PKK Kota, kecamatan, kelurahan, pemerintah daerah, dan mitra terkait. (ndo)
Humas.pkkpontianak
