Prabowo Subianto Tegaskan Komitmen Bangun SDM dan Tekan Stunting di Forum AS

Presiden Prabowo Subianto saat berbicara dalam Business Summit di Washington DC.

BERIKABARNEWS l WASHINGTON DC – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi roundtable Business Summit di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026), di hadapan para pemimpin bisnis Negeri Paman Sam.

Dalam paparannya, Presiden menyoroti tantangan stunting yang masih dihadapi Indonesia. Ia membagikan pengalamannya saat turun langsung ke desa-desa dan menyaksikan dampak nyata terhambatnya pertumbuhan anak. Berdasarkan data, sekitar 25 persen anak Indonesia masih mengalami stunting.

Menjawab kritik terkait kebijakan fiskal, Presiden menegaskan bahwa pendanaan program prioritas berasal dari efisiensi belanja negara serta pemangkasan pengeluaran yang tidak produktif.

“Inilah yang saya gunakan untuk mengalokasikan kembali dana ke program-program tersebut. Jadi, saya dituduh boros dan sebagainya. Tidak, tidak, ini adalah pengalokasian kembali sumber daya ke prioritas yang benar,” ujar Prabowo.

Salah satu strategi utama pemerintah adalah program Makan Bergizi Gratis. Presiden menekankan bahwa program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang yang berdampak luas terhadap perekonomian.

Ia menyebut, setiap satu dolar yang dialokasikan untuk program tersebut berpotensi menghasilkan pengembalian hingga tujuh dolar, bahkan dalam jangka panjang dapat berlipat lebih besar.

Baca Juga : Wamenag Ajak Jaga Harmoni Ramadan 1447 H, Tegaskan Tak Ada Sweeping

Selain meningkatkan kesehatan anak, program ini juga mendorong pembukaan lapangan kerja, meningkatkan permintaan hasil pertanian lokal, serta memperkuat konsumsi domestik masyarakat.

Di akhir sesi, Presiden mengajak dunia usaha Amerika Serikat menjadikan Indonesia sebagai mitra strategis jangka panjang yang saling menguntungkan.

“Kemakmuran berasal dari tata pemerintahan yang baik, pemerintahan yang bersih. Itulah pelajaran yang saya pelajari dari sejarah,” tutupnya.

Melalui forum internasional ini, Indonesia menegaskan bahwa investasi pada generasi muda merupakan kunci menuju stabilitas ekonomi dan kemakmuran berkelanjutan di masa depan.*

 

Sumber :

BPMI Setpres

Izin 6 Perusahaan Dibekukan, Kemenhut Tegas Tangani Karhutla

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan...

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengumumkan pembekuan izin enam perusahaan terkait karhutla di Kalimantan Tengah. (Foto: Setpres RI)

Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun

BERIKABARNEWS l DENPASAR – Indonesia dan Malaysia sepakat...

Menteri Komunikasi Indonesia dan Malaysia membahas perlindungan anak di ruang digital dalam Bali Tech Week 2026. (Foto: Komdigi)

BNPT Dorong Guru Jadi Benteng Pertama Cegah Paham Kekerasan di Ruang Digital

BERIKABARNEWS l MEDAN – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme...

Guru dan peserta mengikuti pelatihan literasi digital berbasis moderasi yang digelar BNPT dan FKPT Sumatera Utara di Medan.

Karhutla Belum Usai, Menko Polkam Bahas Situasi Papua

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Penanganan kebakaran hutan dan...

Menko Polkam Dudung Abdurachman memimpin rapat koordinasi tingkat menteri membahas karhutla, situasi Papua, dan ekonomi di Jakarta. (Foto: instagram.com/polkamri)

Kemenhut Sanksi 32 Perusahaan Karhutla, Kalbar Terbanyak

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjatuhkan...

Kementerian Kehutanan menjatuhkan sanksi administratif kepada 32 perusahaan pemegang konsesi terkait karhutla, dengan sembilan perusahaan di antaranya berada di Kalimantan Barat. (Dok. Kemenhut)

KPK Tetapkan 5 Tersangka Kasus Suap Dana Siap Pakai BNPB

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

KPK menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan suap Dana Siap Pakai (DSP) BNPB dan menyita barang bukti senilai Rp5,47 miliar, termasuk uang tunai, emas batangan, tabungan emas, dan aset kripto. (Foto: KPK)

berita terkini