BERIKABARNEWS l SANGGAU – Warga Dusun Tunas Lino, Desa Hibun, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, digegerkan dengan penemuan seorang pria berinisial A (42) yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon nangka di kebun miliknya, Minggu (15/2/2026) malam.
Peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Parindu sekitar pukul 21.00 WIB. Kapolsek Parindu, N. Ling, menyampaikan bahwa pihaknya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan warga.
“Begitu menerima laporan, anggota segera mendatangi TKP untuk memastikan situasi dan melakukan langkah-langkah kepolisian,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Kejadian bermula sekitar pukul 18.00 WIB saat istri korban merasa khawatir karena suaminya belum pulang dari kebun. Ia kemudian meminta anaknya, NT (16), untuk menyusul. Karena kondisi sudah gelap, NT kembali ke rumah dan mengajak pamannya, DE (26), untuk bersama-sama mencari korban.
Saat menyisir kebun sawit, keduanya menemukan sandal korban di bawah pohon nangka. Ketika melihat ke atas, korban sudah dalam posisi tergantung di dahan pohon setinggi kurang lebih empat meter menggunakan jaring keramba. Warga sekitar kemudian membantu menurunkan tubuh korban.
Baca Juga : Tabrakan Maut di Trans Kalimantan Sanggau, Pemotor Tewas
Petugas mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk jaring sepanjang 3,5 meter dan pakaian korban. Berdasarkan visum luar oleh dr. Edy Sinuraya dari Puskesmas Pusat Damai, ditemukan bekas jeratan di leher korban tanpa adanya tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh.
Dari hasil penyelidikan awal, korban diduga mengakhiri hidupnya. Dugaan tersebut diperkuat dengan pesan terakhir yang dikirim korban kepada istrinya melalui WhatsApp, berisi permintaan maaf dan ungkapan beban persoalan pribadi.
Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Polsek Parindu mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis orang di sekitar. Melalui Unit Binmas dan Bhabinkamtibmas, kepolisian akan meningkatkan edukasi terkait deteksi dini persoalan kesehatan mental.
“Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan. Jangan ragu untuk berbagi cerita atau mencari bantuan saat menghadapi tekanan hidup,” tutup Kapolsek.*
Sumber :
Humas.Polri/Polda Kalbar
