Puncak Karhutla Kalbar, Perusahaan Sawit Diminta Pastikan Konsesi Bebas Api

Gubernur Kalbar Ria Norsan memimpin rapat koordinasi penanggulangan puncak karhutla 2026 di Pontianak.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat meminta perusahaan kelapa sawit memastikan area konsesi bebas dari titik api di tengah puncak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Kalbar Ria Norsan saat memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Puncak Karhutla 2026 di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (4/9/2026).

Rapat itu dihadiri jajaran Pemprov Kalbar dan pimpinan perusahaan kelapa sawit. Pemerintah bersama aparat penegak hukum juga akan memperketat pengawasan, termasuk melakukan verifikasi lapangan dan penindakan terhadap pelanggaran di area konsesi.

Pengawasan menjadi perhatian karena luas perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat mencapai sekitar 2,3 juta hektare.

Baca Juga : Ria Norsan Ungkap Hotspot Karhutla Kalbar Turun Drastis Jadi 100 Titik

Ria Norsan menegaskan pembukaan lahan dengan cara dibakar merupakan tindakan yang dilarang dan dapat berujung pada sanksi pidana.

Pencegahan dan penanganan kebakaran lahan mengacu pada Permentan Nomor 06 Tahun 2025 serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Pasal 108.

Pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan dapat dikenai hukuman pidana penjara dan denda sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, perusahaan diminta meningkatkan patroli mandiri dan memastikan area konsesi mereka tidak terdapat titik api.

Baca Juga : Usir Kabut Asap Karhutla Kalbar, BNPB Kerahkan Dua Pesawat Cassa

Ria Norsan mengingatkan perusahaan agar tidak mengabaikan kondisi lahan yang menjadi tanggung jawabnya. Menurutnya, kebakaran di area konsesi dapat menimbulkan dampak yang meluas hingga ke masyarakat.

“Saya menegaskan kepada perusahaan untuk tidak membakar lahan karena akan menimbulkan efek domino yang sangat merugikan. Efeknya bukan hanya ke perusahaan itu sendiri, tapi ke kesehatan masyarakat, ke penerbangan, ke sekolah, dan ke perekonomian Kalimantan Barat secara keseluruhan,” tegas Ria Norsan.

Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan perusahaan diperlukan untuk menghadapi puncak karhutla Kalbar 2026.

Upaya pengawasan dan penanganan kebakaran diharapkan dapat menekan dampak karhutla sekaligus melindungi kesehatan masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi Kalimantan Barat.*

Atasi Kelangkaan BBM dan Pemadaman Listrik, Pemprov Kalbar Perkuat Sinergi Pertamina dan PLN

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Gubernur Kalbar Ria Norsan memimpin rapat koordinasi bersama Pertamina dan PLN untuk membahas distribusi BBM bersubsidi dan pemadaman listrik di Kalimantan Barat.

Pemprov Kalbar Libatkan 7 Akademisi untuk Cegah Karhutla

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Gubernur Kalbar Ria Norsan usai memimpin rapat koordinasi pencegahan dan mitigasi karhutla bersama tujuh akademisi di Kantor Gubernur Kalbar.

ONEderful, Novotel Pontianak Convention Centre Rayakan Satu Tahun Perjalanan

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Novotel Pontianak Convention Centre...

Perayaan ulang tahun pertama Novotel Pontianak Convention Centre bertema ONEderful di Lotus Ballroom pada 20 Oktober 2026.

Pemprov Kalbar dan Bank Kalbar Luncurkan Program KUM Peduli untuk UMKM

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menghadiri peresmian program KUM Peduli untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM di Hotel Mercure Pontianak.

Krisantus Kurniawan Dorong INKANAS Kalbar Cetak Karateka Berprestasi

BERIKABARNEWS l SINGKAWANG – Wakil Gubernur Kalimantan Barat...

Krisantus Kurniawan menghadiri penyematan sabuk hitam dan ujian kenaikan tingkat karateka INKANAS Kalbar di Pantai Pak Lotay, Singkawang.

Pesparani Katolik Kalbar Dibuka, Perkuat Iman dan Toleransi

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pesta Paduan Suara Gerejani...

Asisten II Sekda Kalbar Heronimus Hero membuka Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Aula Gedung Pasifikus, Pontianak, Jumat (16/10/2026).

berita terkini