BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah membantu mempercepat peningkatan sarana pendidikan di Kota Pontianak. Bantuan tersebut dinilai penting untuk mendukung perbaikan fasilitas sekolah di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi program tersebut karena membantu pemerintah daerah meningkatkan kualitas sarana pendidikan secara bertahap.
Pada 2025, bantuan revitalisasi diberikan kepada empat sekolah dasar (SD), delapan sekolah menengah pertama (SMP), serta satu satuan pendidikan TK/PAUD di Pontianak.
Sementara pada 2026, program tersebut menjangkau enam SD, enam SMP, 28 TK/PAUD, dan dua satuan pendidikan nonformal.
“Program pusat ini sangat membantu. Dengan kemampuan fiskal daerah yang terbatas, bantuan revitalisasi akan mempercepat target pembangunan Kota Pontianak, khususnya di sektor pendidikan,” ujar Edi saat meninjau progres pembangunan di SDN 28 Pontianak, Kamis (15/10/2026).
Baca Juga : Bahasan Dorong Program Kampung Iklim di Setiap Kelurahan Pontianak
Edi mengatakan, pekerjaan revitalisasi masih berlangsung dan diharapkan selesai sesuai target. Pemerintah Kota Pontianak juga akan memenuhi secara bertahap kebutuhan sekolah yang belum terakomodasi melalui program pemerintah pusat.
Menurutnya, perbaikan sarana pendidikan perlu dilakukan agar sekolah menjadi tempat belajar yang layak, sehat, dan nyaman bagi siswa.
“Kita ingin secara bertahap sekolah-sekolah di Kota Pontianak semakin mantap, representatif dan sehat. Kalau sarana sekolah baik dan nyaman, tentu akan berdampak terhadap kualitas proses belajar mengajar,” katanya.
Baca Juga : DKUMP Pontianak Dorong Pelaku Industri Tertib Administrasi dan Perizinan
Edi berharap program revitalisasi sekolah terus berlanjut dengan dukungan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penyediaan perlengkapan pembelajaran.
Ia menilai perangkat pembelajaran digital dan fasilitas pendukung lainnya diperlukan untuk menunjang transformasi pendidikan serta meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar.
“Harapannya tentu berkelanjutan. Tidak hanya fisik, tetapi juga peralatan seperti perangkat pembelajaran digital dan perlengkapan lainnya yang menunjang kualitas pendidikan,” ujarnya.
Edi menegaskan, keberhasilan revitalisasi tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan gedung. Fasilitas yang diperbaiki harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih baik.*
