BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menerima kunjungan silaturahmi Konsul Malaysia yang baru, Encik Idham Zuhri bin Mohamed Yunus, di ruang kerjanya, Kamis (8/10/2026).
Pertemuan perdana tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan Kalimantan Barat dan Sarawak, Malaysia. Kedua pihak juga mendorong penguatan kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan lintas batas, pendidikan, investasi, pariwisata, hingga konektivitas kawasan perbatasan.
Kedekatan geografis, sejarah, dan budaya serta tingginya mobilitas masyarakat menjadi modal penting dalam memperluas kemitraan antara Kalbar dan Sarawak.
Baca Juga : Peringatan Nabi Kongzi 2577, Gubernur Ria Norsan Tekankan Harmoni di Kalbar
Salah satu sektor yang berpotensi dikembangkan adalah perdagangan lintas batas. Optimalisasi aktivitas ekonomi dan distribusi komoditas didorong melalui tiga jalur utama perbatasan, yakni Pos Cross Border atau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Entikong, dan Badau.
Selain perdagangan, peningkatan konektivitas antarwilayah juga menjadi perhatian. Penguatan infrastruktur diharapkan dapat membuka peluang investasi baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di kawasan perbatasan.
Kerja sama di bidang pendidikan dan pariwisata turut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kedua wilayah. Program pertukaran pendidikan dan promosi destinasi wisata lintas wilayah dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan dan ATR/BPN Bahas Kepastian Tanah serta Tata Ruang di Kalbar
Gubernur Kalbar Ria Norsan berharap kehadiran konsul Malaysia yang baru dapat memperkuat hubungan persaudaraan yang selama ini terjalin harmonis.
“Kami berharap kehadiran Tuan dapat semakin mempererat hubungan persaudaraan antara Kalimantan Barat dengan Malaysia yang selama ini sudah terjalin dengan baik,” ujar Ria Norsan, Kamis (8/10/2026).
Sementara itu, Encik Idham Zuhri bin Mohamed Yunus menyatakan komitmennya untuk melanjutkan sekaligus memperkuat berbagai program kerja sama yang telah berjalan.
Ia juga berkomitmen menjaga kelancaran interaksi sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.
Melalui pertemuan tersebut, hubungan Kalimantan Barat dan Sarawak diharapkan semakin kuat, terutama dalam membuka peluang kerja sama yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan mempererat hubungan masyarakat di kedua wilayah.*
