Serangan Baru AS ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu lonjakan harga minyak dunia.

BERIKABARNEWS l – Serangan udara baru yang dilancarkan Amerika Serikat ke sejumlah target di Iran memicu lonjakan harga minyak dunia. Eskalasi konflik di Timur Tengah itu meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap terganggunya pasokan energi global, terutama dari kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Konflik tersebut juga menandai berakhirnya kesepakatan sementara yang sebelumnya sempat meredakan hubungan kedua negara.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan interim dengan Iran telah berakhir. Meski demikian, pemerintah AS menegaskan tetap berupaya menghindari pecahnya perang terbuka berskala penuh di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan meningkat setelah Iran melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait sebagai respons atas operasi militer sebelumnya.

Baca Juga : Trump Kembali Kritik Aliansi Pertahanan AS dengan Eropa

Sebagai balasan, militer Amerika Serikat melakukan serangan udara besar-besaran ke lebih dari 80 titik strategis di Iran.

Sasaran operasi meliputi sistem pertahanan udara, pusat komando militer, fasilitas rudal antikapal, radar pantai, hingga kapal-kapal cepat milik Garda Revolusi Iran yang berada di sekitar Selat Hormuz.

Di saat yang sama, Washington kembali memberlakukan pembatasan terhadap penjualan minyak Iran setelah serangan terhadap kapal-kapal tanker di kawasan Teluk. Langkah tersebut semakin meningkatkan ketegangan dan memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia.

Pasar energi merespons cepat perkembangan konflik tersebut. Kekhawatiran terhadap potensi terganggunya distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah mendorong harga minyak mentah dunia naik signifikan.

Minyak mentah Brent sempat diperdagangkan di kisaran 79,28 dolar AS per barel, setelah sebelumnya ditutup naik sekitar 5 persen pada level 78,02 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga menguat ke level 74,76 dolar AS per barel, dibandingkan harga penutupan sebelumnya yang berada di posisi 73,52 dolar AS per barel.

Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap risiko terganggunya pasokan minyak apabila konflik terus berlanjut.

Baca Juga : Negosiasi AS-Iran Dimulai di Doha, Stabilitas Selat Hormuz Dipertaruhkan

Selat Hormuz kembali menjadi perhatian dunia karena merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati selat tersebut sebelum didistribusikan ke berbagai negara.

Militer Amerika Serikat menyebut operasi yang dilakukan bertujuan menjaga keamanan jalur pelayaran internasional dan memastikan lalu lintas kapal komersial tetap berjalan.

Di sisi lain, Iran menegaskan akan memberikan respons terhadap serangan tersebut dan menolak campur tangan Amerika Serikat di kawasan.

Seiring meningkatnya eskalasi konflik, otoritas maritim internasional turut menaikkan tingkat risiko pelayaran bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Kondisi ini membuat pelaku pasar terus mencermati perkembangan situasi karena berpotensi memengaruhi pasokan energi dan perekonomian global dalam jangka pendek maupun menengah.*

 

Sumber :

Reuters

Kabut Asap Lintas Negara, Timor Leste Liburkan Sekolah

BERIKABARNEWS l – Kabut asap akibat kebakaran hutan...

Kabut asap akibat karhutla Indonesia menyebabkan polusi udara di Dili, Timor Leste, hingga pemerintah meliburkan sekolah selama tiga hari. (Foto: x.com/NaraSenyap)

Drone Ukraina Serang Pusat Data Terbesar Rusia, AI Terancam

BERIKABARNEWS l MOSKOW – Serangan drone Ukraina menghantam...

Serangan drone Ukraina terhadap pusat data Sberbank di Balakovo, Rusia, yang menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) Moskow. (foto: x.com/gollge)

Banjir Bandang Nepal, 321 Orang Dievakuasi dan Pendaki Terjebak

BERIKABARNEWS l KATHMANDU – Banjir bandang menerjang wilayah...

Banjir bandang di Nepal tengah akibat longsor yang membendung Sungai Budhi Gandaki merusak jembatan dan memutus jalur pendakian Manaslu. (foto: x.com/NirmalPrasai5)

Arab Saudi Siaga Usai Serangan Berulang di Bandara Riyadh

BERIKABARNEWS l RIYADH – Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan...

Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menjadi sasaran serangan proyektil di tengah meningkatnya ketegangan keamanan akibat serangan Houthi. (Foto: x.com/AlArabiya_Eng)

Singapura Tawarkan Bantuan Atasi Karhutla Indonesia

BERIKABARNEWS l SINGAPURA – Pemerintah Singapura menyatakan siap...

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia berdampak pada kualitas udara Singapura, sehingga pemerintah setempat menawarkan bantuan untuk mendukung penanganan karhutla. (Foto: x.com/JPEIR0)

Iran Ajukan 7 Syarat kepada AS, Selat Hormuz Belum Dibuka

BERIKABARNEWS l – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri...

Selat Hormuz menjadi pusat ketegangan Iran dan Amerika Serikat terkait tuntutan pembukaan jalur pelayaran strategis. (Foto: x.com/OilHeadlineNews)

berita terkini